palestina

Hamas minta donasi dikirim lewat Bitcoin

Iran termasuk penyokong utama Hamas.

01 Februari 2019 12:31

Hamas Selasa lalu menyerukan para pendukungnya untuk mengirim sumbangan dana melalui Bitcoin. 

"Sokong perjuangan kami secara finansial melalui mata uang Bitcoin," kata seorang juru bicara Brigade Izzudin al-Qassam, sayap militer Hamas, lewat keterangan tertulis. Dia menambahkan mekanisme pengiriman donasi ini bakal diumumkan nanti.

Karena dicap organisasi teroris oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa, Hamas kesulitan dana. Hamas menuding Israel berusaha memotong aliran dana bagi Hamas.

Para pejabat Hamas menyatakan Brigade Al-Qassam mendapat banyak dana dari Iran. 

Kepala perwakilan Hamas di Arab Saudi, Muhammad al-Khoudari, ditangkap bareng anaknya, Hani, di Saudi pada April 2019. (Screengrab)

Arab Saudi kembali tangkapi warga Palestina

Pada Februari 2019, Saudi menangkap 12 warga Palestina. Dua bulan kemudian, lusinan pengusaha, akademisi, dan mahasiswa Palestina dibekuk.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah bertemu Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Putrajaya, Malaysia, 22 Januari 2020. (Albalad.co/Istimewa)

Pemimpin Hamas bertemu Mahathir

Mahathir menegaskan perlunya sebuah strategi komprehensif untuk memperkuat bangsa Palestina dalam menghadapi penjajahan Israel.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah bertakziah ke rumah mendiang komandan Brigade Quds Mayor Jenderal Qasim Sulaimani di Ibu Kota Teheran, Iran. (Twitter)

Pemimpin Hamas ikut salat jenazah Jenderal Sulaimani

Selain menghadiri salat jenazah Sulaimani, pimpinan Hamas bertakziah ke rumah mendiang di Teheran. Mereka juga bertemu komandan baru Brigade Quds Mayor Jenderal Ismail Qaani.

Kepal Biro Politik Hamas Ismail Haniyah menemui Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani di Ibu Kota Doha, Qatar, 16 Desember 2019. (Twitter)

Pemimpin Hamas temui emir Qatar

Pada Oktober 2012, Emir Qatar ketika itu, Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani, menjadi pemimpin Arab pertama mengunjungi Gaza sejak wilayah itu diblokade Israel pada 2007. 





comments powered by Disqus