palestina

Perusahaan Spanyol tolak bangun rel kereta di Yerusalem karena serobot tanah Palestina

Kereta itu akan melayani permukiman Yahudi ilegal di Yerusalem Timur.

05 Februari 2019 22:26

Sebuah perusahaan konstruksi asal Spanyol telah menolak tender dari Israel untuk membangun jalur kereta di Yerusalem. Alasannya, rel bakal dibangun itu menyerbot tanah milik orang-orang Palestina.

Construcciones y Auxilir de Ferrocarriles (CAF) akhir pekan lalu mengumumkan pengumuman itu, seperti dilansir Al-Wattan Voice.

Para pekerja CAF menolak terlibat dalam pengerjaan proyek rel kereta di Yerusalem itu. Perwakilan dari serikat pekerja CAF menyebutkan persoalannya adalah jalur kereta di Yerusalem ini melewati tanah-tanah milik warga Palestina dan akan melayani permukiman Yahudi ilegal di Yerusalem Timur.

"Segala proyek di kota mana saja di seluruh dunia, terutama Yerusalem, harus menghormati hak asasi manusia dan legitimasi internasional dalam pelaksanaannya," kata CAF.

CAF menambahkan beragam resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dan ICJ (Mahkamah Internasional) perampasan tanah akan dilalui oleh proyek jalur kereta di Yerusalem itu.

Seorang lelaki mengendarai gerobak keledai melewati lokasi proyek rumah sakit di Kota Gaza bakal diresmikan Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani  pada 23 Oktober 2012. Lawatan emir Qatar itu menjadi kunjungan pertama pemimpin Arab ke Jalur Gaza sejak diblokade oleh Israel pada 2007. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Qatar bantu Gaza Rp 15,4 triliun sejak 2012

Sekitar 44 persen dari Rp 15,4 triliun fulus Qatar dipakai buat membangun infrastruktur.

Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misyaal saat diwawancarai Faisal Assegaf dari Albalad.co, November 2013. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Hamas minta donasi dikirim lewat Bitcoin

Iran termasuk penyokong utama Hamas.

Kaum hawa di sebuah restoran di Gaza memesan air garam sebagai bentuk dukungan bagi tahanan Palestina sedang mogok makan di penjara Israel. (Twitter)

94 ribu keluarga miskin di Gaza dapat US$ 100 dari dana hibah Qatar

Qatar sudah menjanjikan hibah US$ 90 juta dalam enam bulan, dimulai sejak November tahun lalu.

Ahmad Yasin (duduk dan berkemeja biru), cucu dari pendiri Hamas Syekh Ahmad Yasin, tengah bermain bareng dua temannya di lokasinya meninggalnya sang kakek akibat serangan rudal Israel di Distrik Sabra, Kota Gaza, Rabu, 24 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Empat bayi singa mati kedinginan di kebun binatang Gaza

Pada 2016, seekor harimau Bengal dievakuasi dari kebun binatang di Khan Yunis, juga selatan Gaza, setelah lusinan hewan di sana mati karena stres, penyakit, dan kelaparan.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Qatar bantu Gaza Rp 15,4 triliun sejak 2012

Sekitar 44 persen dari Rp 15,4 triliun fulus Qatar dipakai buat membangun infrastruktur.

11 Februari 2019

TERSOHOR