palestina

Perusahaan Spanyol tolak bangun rel kereta di Yerusalem karena serobot tanah Palestina

Kereta itu akan melayani permukiman Yahudi ilegal di Yerusalem Timur.

05 Februari 2019 22:26

Sebuah perusahaan konstruksi asal Spanyol telah menolak tender dari Israel untuk membangun jalur kereta di Yerusalem. Alasannya, rel bakal dibangun itu menyerbot tanah milik orang-orang Palestina.

Construcciones y Auxilir de Ferrocarriles (CAF) akhir pekan lalu mengumumkan pengumuman itu, seperti dilansir Al-Wattan Voice.

Para pekerja CAF menolak terlibat dalam pengerjaan proyek rel kereta di Yerusalem itu. Perwakilan dari serikat pekerja CAF menyebutkan persoalannya adalah jalur kereta di Yerusalem ini melewati tanah-tanah milik warga Palestina dan akan melayani permukiman Yahudi ilegal di Yerusalem Timur.

"Segala proyek di kota mana saja di seluruh dunia, terutama Yerusalem, harus menghormati hak asasi manusia dan legitimasi internasional dalam pelaksanaannya," kata CAF.

CAF menambahkan beragam resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dan ICJ (Mahkamah Internasional) perampasan tanah akan dilalui oleh proyek jalur kereta di Yerusalem itu.

Suhaib Hasan Yusuf, putra dari pendiri sekaligus pemimpin Hamas di Tepi Barat Syekh Hasan Yusuf, telah membelot dari Hamas. (Screencapture Channel 12)

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.

Duta Besar Amerika buat Israel David Friedman, utusan khusus Amerika bagi Timur Tengah Jason Greenblatt ikut merobohkan tembok saat peresmian terorongan menuju kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, 30 Juni 2019. (Facebook/Screen capture)

Israel resmikan terowongan menuju Al-Aqsa

Terowongan itu dibangun selama delapan tahun di bawah rumah-rumah warga Palestina.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Oman berencana buka kedutaan di Ramallah

Kalau terwujud, Oman menjadi negara Arab Teluk pertama memiliki kedutaan di Palestina.

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

OKI: Negara Palestina harus beribu kota di Yerusalem

OKI meminta wilayah negara Palestina nantinya adalah seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza sebelum terjadinya Perang Enam Hari 1967.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.

09 Juli 2019

TERSOHOR