palestina

Qatar bantu Gaza Rp 15,4 triliun sejak 2012

Sekitar 44 persen dari Rp 15,4 triliun fulus Qatar dipakai buat membangun infrastruktur.

11 Februari 2019 08:02

Qatar telah membantu pemerintahan Hamas di Jalur Gaza sebesar US$ 1,1 miliar (Rp 15,4 triliun) sejak 2012 atas persetujuan pemerintah Israel.

Informasi soal bantuan dari negara Arab supertajir itu dikumpulkan oleh sebuah organisasi internasional dan disampaikan kepada kabinet keamanan Israel bulan lalu.

Pada 2018 saja, Qatar mendonasikan US$ 200 juta untuk bantuan kemanusiaan, bahan bakar, dan gaji pegawai pemerintah. 

Sekitar 44 persen dari Rp 15,4 triliun fulus Qatar dipakai buat membangun infrastruktur, 40 persen untuk pendidikan dan layanan kesehatan, serta sisanya bagi Hamas dan kelompok-kelompok pejuan lainnya di Gaza.

Selama 2012-2018, Qatar menggelontorkan US$ 50 juta untuk UNRWA, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengurusi pengungsi Palestina. 

Januari tahun ini, Qatar telah menandatangani sebuah kesepakatan untuk menyumbang US$ 500 juta ke beragam badan PBB. Sebagian besar duit diperkirakan buat UNRWA. 

Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misyaal saat diwawancarai Faisal Assegaf dari Albalad.co, November 2013. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Hamas minta donasi dikirim lewat Bitcoin

Iran termasuk penyokong utama Hamas.

Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misyaal saat diwawancarai Faisal Assegaf dari Albalad.co di Ibu Kota Kuala Lumpur, Malaysia, November 2013. (faisal assegaf/albalad.co)

Pemimpin Hamas serukan perang gerilya buat bebaskan seluruh Palestina

Misyaal menegaskan perlawanan bersenjata adalah satu-satunya cara untuk menjadikan Palestina negara merdeka dan berdaulat.

Hasil pemungutan suara terhadap rancangan resolusi  mengecam Hamas di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di Kota New York, Amerika Serikat, 6 Desember 2018. (Haaretz)

Amerika gagal loloskan resolusi kecam Hamas di PBB

Sebanyak 87 negara menyokong, 57 menolak, dan 33 lainnya abstain.

Dr Fadi Muhammad al-Batasy, anggota Hamas diduga dibunuh Mossad di Ibu Kota Kuala Lumpur, Malaysia, 21 April 2018. (Screengrab)

Dua pembunuh anggota Hamas di Malaysia pakai paspor Serbia dan Montenegro

Polisi telah menemukan mobil dan senjata digunakan kedua pelaku.





comments powered by Disqus