palestina

Amerika tutup konsulatnya di Yerusalem

Urusan Tepi Barat dan Jalur Gaza bakal ditangani oleh unit Palestina di Kedutaan Amerika di Yerusalem.

04 Maret 2019 21:31

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat hari ini mengumumkan penutupan kantor konsulatnya di Yerusalem dan dialihkan ke kedutaan besarnya di kota suci bagi tiga agama itu.

Selama berpuluh-puluh tahun, Konsulat Amerika di yerusalem bertindak seperti kedutaan besar Amerika untuk Palestina. Dengan ditutupnya kantor konsulat itu, urusan Tepi Barat dan Jalur Gaza bakal ditangani oleh unit Palestina di Kedutaan Amerika di Yerusalem.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Robert Palladino bilang penutupan konsulat itu bagian dari upaya global untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas kegiatan diplomatik. "Langkah ini bukan tanda perubahan kebijakan Amerika atas Yerusalem, Tepi Barat, dan Jalur Gaza," katanya.

Ketika Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo mengumumkan rencana penutupan Konsulat Amerika di yerusalem pada Oktober tahun lalu, para pejabat Palestina murka. Mereka mencurigai rencana ini sebagai bentuk pengakuan Washington terhadap kontrol israel atas Yerusalem Timur dan Tepi Barat.

Presiden Donald Trump memindahkan Kedutaan Amerika di Israel dari Ibu Kota Tel Aviv ke Yerusalem pada Mei tahun lalu.

Suasana dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem di hari pertama Ramadan, 17 Mei 2018. (Albalad.co)

Senyum Ivanka air mata Gaza

Secara keseluruhan, sejak protes berlangsung delapan pekan lalu, sudah 109 orang terbunuh dan sembilan ribu lainnya cedera.

Laila al-Ghandur, bayi delapan bulan meninggal akibat tembakan gas air mata tentara Israel dalam demonstrasi di sepanjang perbatasan Jalur Gaza-Israel pada 14 Mei 2018. (Twitter)

Bayi delapan bulan di Gaza meninggal kena tembakan gas air mata Israel

Total korban tewas akibat protes kemarin adalah 60 orang.

Infografis soal demonstrasi di perbatasan Jalur Gaza-Israel pada 14 Mei 2018. (Kementerian Kesehatan Palestina)

58 warga Gaza tewas dalam protes menolak pembukaan Kedutaan Amerika di Yerusalem

Secara keseluruhan sejak demonstrasi digelar delapan pekan lalu, total korban tewas sedikitnya 104 orang dan hampir sembilan ribu lainnya cedera.

Demonstrasi menolak peresmian Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem berlangsung di perbatasan Jalur Gaza-Israel pada 14 Mei 2018. (Abdillah Onim buat Albalad.co)

Kedutaan Amerika diresmikan, Trump ciptakan sejarah di Yerusalem

"Sebagai negara berdaulat, Israel berhak untuk menentukan lokasi ibu kotanya," kata Trump.





comments powered by Disqus