palestina

Tidak ada negara Palestina dalam proposal damai versi Trump

Mesir akan mendapat bantuan ekonomi sebesar US$ 65 miliar dan US$ 45 miliar buat Yordania kalau kedua negara itu menyetujui proposal damai bikinan Trump.

05 April 2019 20:39

Proposal damai bikinan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, digadang-gadang sebagai Perjanjian Damai Abad Ini, ternyata sama sekali tidak mencakup pembentukan negara Palestina merdeka dan berdaulat.

Seorang sumber hadir, dalam rapat penjelasan proposal damai disampaikan oleh seorang pejabat Amerika di Washington, mengungkapkan Trump mendorong Yordania memberikan status kewarganegaraan bagi satu juta pengungsi Palestina tinggal di negara Bani Hasyim itu, seperti dilansir surat kabar Al-Akhbar asal Libanon.

Dalam proposal itu, Trump juga akan meminta Mesir juga memberikan kewarganegaraan kepada pengungsi Palestina.

Memberikan status kewarganegaraan untuk para pengungsi Palestina itu merupakan sebuah cara dilakukan Trump untuk mencegah berdirinya negara Palestina. Trump malahan mengusulkan sebuah konfederasi tiga negara sebagai opsi, dimana bakal ada pemerintahan bersama antara Israel, Yordania, dan Otoritas Palestina untuk kepentingan khusus dan terbatas.

Al-Akhbar menyebutkan Raja Yordania Abdullah bin Husain menolak pembentukan konfederasi. Dia bilang kepada para pemimpin Mesir, Yordania lebih senang dengan kewenangannya saat ini terhadap tempat-tempat suci di Yerusalem tanpa ingin mencampuri urusan Palestina dan Israel.

Proposal damai versi Trump ini juga akan memberikan bantuan ekonomi US$ 45 miliar buat Yordania dan US$ 65 miliar untuk Mesir kalau kedua negara itu menyetujui rancangan kesepakatan damai bikinan Trump.

Selain itu, Yordania juga harus memberikan tanah milik mereka, Naharayim dan Tzofar, kepada israel. Kedua wilayah itu selama ini disewa oleh Israel. Sebagian gantinya, Yordania bakal mendapat wilayah dari Arab Saudi.

Ada beberapa bocoran mengenai proposal damai versi Trump. Stasiun televisi Channel 13 dari Israel Januari lalu melaporkan Trump mengusulkan pembentukan negara Palestina dengan wilayah 85 hingga 90 persen Tepi Barat dan Yerusalem dibagi dua dengan Israel.  

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

OKI: Negara Palestina harus beribu kota di Yerusalem

OKI meminta wilayah negara Palestina nantinya adalah seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza sebelum terjadinya Perang Enam Hari 1967.

Shimon Peres menandatangani formulir pengajuan untuk menjadi warga negara Palestina pada 1937. (PIC)

Shimon Peres pernah ajukan permohonan jadi warga negara Palestina

Tanda tangan Peres terlihat jelas di formulir permohonan untuk menjadi warga Palestina, termasuk pernyataan isinya: "Saya bersumpah akan setia kepada pemerintah Palestina."

Seorang lelaki berjalan melewati mural pengingat peristiwa Nakbah menjelang beridirnya negara Israel di Kota Gaza, Senin, 22 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Memahami Nakbah

Nakbah telah menewaskan sekitar 15 ribu orang Palestina, membumihanguskan 418 desa dan kota Palestina, serta mengusir 800 ribu warga Palestina dari tanah kelahiran mereka.

Satu keluarga miskin di Kota Gaza bepergian menggunakan gerobak keledai, 22 Otober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Palestina Baru versi Trump

Jika Hamas dan Jihad Islam, dua kelompok pejuang Palestina di Gaza, menolak meneken kesepakatan damai versi Trump, Israel dengan sokongan penuh Amerika akan memerangi Hamas dan Jihad Islam.





comments powered by Disqus