palestina

Australia buka kantor dagang dan pertahanan di Yerusalem

Baru Amerika dan Guatemala meresmikan kedutaannya di Yerusalem.

14 April 2019 08:23

Pemerintah Australia Jumat lalu membuka kantor dagang dan pertahanan di Kota Yerusalem.

Canberra Desember tahun lalu secara resmi mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel dan berjanji membuka sebuah kantor perwakilan dalam beberapa bulan ke depan.

Ketua AIJAC (Dewan Urusan Australia/Israel dan Yahudi) Mark Leibler menyambut baik langkah Australia membuka kantor dagang dan pertahanan itu. "AIJAC sangat senang lantaran pemerintah Australia melaksanakan komitmennya begitu cepat," katanya.

Kantor dagang dan pertahanan Australia itu terletak di Jalan Raja George, jantung Yerusalem.

Sejak Presiden Amerika Serikat mengakui Yerusalem menjadi ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan besarnya dari Ibu Kota Tel Aviv ke kota suci bagi tiga agama itu, sejumlah negara mengikuti dengan membuka kantor perwakilan diplomatik. Namun baru Amerika dan Guatemala meresmikan kedutaannya di Yerusalem.

Yerusalem menjadi isu sangat sensitif dalam konflik Palestina-Israel. Israel mengklaim Yerusalem ibu kota abadi mereka dan tidak dapat dibagi dua dengan Palestina. Sedangkan Palestina bermimpi memiliki negara merdeka dan berdaulat dengan ibu kota Yerusalem Timur.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Brasil akan pindahkan kedutaannya ke Yerusalem

Amerika meresmikan kedutaan besarnya di Yerusalem pada 14 Mei lalu, bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya Israel. Dua hari kemudian, Guatemala menyusul.

Mufti Yerusalem Syekh Muhammad Husain. (Channel 2)

Trump berencana hadiri peresmian Kedutaan Besar Amerika di Yerusalem

Peresmian Kedutaan Amerika itu akan dilakukan bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya negara Israel.

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia tidak berdaya soal rencana Amerika membuka kedutaan di Yerusalem

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memilih bungkam dan pergi ketika ditanya apa yang akan dilakukan pemerintah Indonesia menghadapi rencana Amerika itu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tengah membahas rencana pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di gedung Putih pada Senin, 5 Maret 2018, waktu Washington DC. (Twitter/@netanyahu)

Trump berencana hadiri peresmian Kedutaan Amerika di Yerusalem

Netanyahu membandingkan deklarasi Trump di awal Desember tahun lalu ini seperti Deklarasi Balfour 1917 dan pengakuan Presiden Amerika Harry Truman atas negara Israel pada 1948.





comments powered by Disqus