palestina

Karena coba kabur, tentara Israel tembak remaja Palestina dengan tangan diikat dan mata ditutup

Badr ditembak dari jarak 15 meter.

22 April 2019 17:09

Seorang tentara Israel pekan lalu menembak satu remaja Palestina - dengan kedua tangan diikat dan kedua mata ditutup - karena mencoba lari. Kejadiannya berlangsung Kamis pekan lalu di Tuqu, kota kecil di laur permukiman Yahudi, Tekoa, berlokasi di selatan Kota Bethlehem, Tepi Barat.

Sejumlah laporan di media Palestina menyebutkan Usamah al-Badr, 16 tahun, berhasil ditangakp saat terjadi bentrokan di Tuqu. Dia dibekuk lantaran melempari batu ke arah serdadu dan warga Israel.  

Tidak lama setelah ditangkap, menurut beberapa saksi mata, Badr mencoba kabur dan tentara Israel menembak dia dari belakang. Sejumlah warga Palestina berhasil merekam beberapa bagian dari peristiwa ini.

Muhammad Hajaza bilang kepada stasiun televisi Channel 12, pasukan Israel sempat menahan Badr 15 menit. Bentrokan antara warga Palestina dengan serdadu Israel makin sengit dan Badr berusaha lari. meski kedua tangannya diikat dan kedua matanya ditutup. "Seorang serdadu mengejar menembak remaja itu dengan pistol dari jarak 15 meter," katanya.

Dia menambahkan Badr ditembak di punggung bagian bawah dan pasukan Israel tadinya melarang pelintas untuk mendekat.

Rekaman video oleh Musa Hamid menunjukkan pasukan Israel mengarahkan senapan runduk ke arah sekelompok orang Palestina berada di sekitar badr untuk menolong. Mereka memperingatkan warga Palestina untuk menjauh, kalau tidak akan ditembak.

Gerombolan tentara Israel itu akhirnya mengalah dan membiarkan kerumunan warga Palestina membantu Badr. Dia diangkut ke rumah sakit di Bethlehem. Dokter mengatakan kepada kantor berta resmi Wafa, Badr luka serius tapi bisa diselamatkan.

Palestina tidak ada dalam daftar negara di situs resmi Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. (Twitter)

Departemen Luar Negeri Amerika hapus Palestina dari daftar negara

Tidak jelas kapan Departemen Luar Negeri Amerika menghapus Palestina dari daftar negara.

Seorang lelaki mengendarai gerobak keledai melewati lokasi proyek rumah sakit di Kota Gaza bakal diresmikan Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani  pada 23 Oktober 2012. Lawatan emir Qatar itu menjadi kunjungan pertama pemimpin Arab ke Jalur Gaza sejak diblokade oleh Israel pada 2007. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel bersedia bayari tiket pesawat bagi warga Palestina ingin pindah dari Gaza

Sebanyak 35-40 ribu warga Palestina telah pergi dari Gaza melalui Mesir sejak perbatasan di Rafah dibuka pada Mei 2018.

Seorang warga Palestina menjadi korban dalam bentrokan dengan polisi Israel di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, saat Hari Raya Idul Adha, 11 Agustus 2019. (Abir Ziyad buat Albalad.co)

Bentrokan pecah setelah polisi Israel izinkan pemukim Yahudi masuki Al-Aqsa di Hari Raya Idul Adha

"Allahu Akbar, kami akan mengorbankan jiwa dan darah kami untuk membela Al-Aqsa," teriak warga Palestina.

Suhaib Hasan Yusuf, putra dari pendiri sekaligus pemimpin Hamas di Tepi Barat Syekh Hasan Yusuf, telah membelot dari Hamas. (Screencapture Channel 12)

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.





comments powered by Disqus