palestina

Serangan udara Israel tewaskan ibu hamil dan bayinya

Perempuan tengah mengandung terbunuh itu bernama Filistin Abu Arar (37 tahun), janinnya Abdullah Abu Arar, dan bayinya Saba Abu Arar (14 bulan).

05 Mei 2019 19:56

Saling serang kembali terjadi antara Israel dengan kelompok pejuang Hamas dan Jihad Islam di Jalur Gaza.

Serangan udara Israel kemarin menewaskan enam warga Palestina, termasuk ibu mengandung dan bayinya. Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan perempuan tengah mengandung terbunuh itu bernama Filistin Abu Arar (37 tahun), janinnya Abdullah Abu Arar, dan bayinya Siba Abu Arar (14 bulan).

Sedangkan warga Israel meninggal akibat serangan roket dari Gaza Moshe Agadi, warga Ashkelon berumur 60 tahun.

Pertempuran meletup setelah Jumat lalu seorang penembak jitu Gaza melukai dua tentara Israel dan empat orang Palestina tewas. Dia ditembak mati saat unjuk rasa besar-besaran di daerah perbatasan Gaza- israel dan dua lainnya akibat serangan udara negara Zionis itu.

Suhaib Hasan Yusuf, putra dari pendiri sekaligus pemimpin Hamas di Tepi Barat Syekh Hasan Yusuf, telah membelot dari Hamas. (Screencapture Channel 12)

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.

Duta Besar Amerika buat Israel David Friedman, utusan khusus Amerika bagi Timur Tengah Jason Greenblatt ikut merobohkan tembok saat peresmian terorongan menuju kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, 30 Juni 2019. (Facebook/Screen capture)

Israel resmikan terowongan menuju Al-Aqsa

Terowongan itu dibangun selama delapan tahun di bawah rumah-rumah warga Palestina.

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

OKI: Negara Palestina harus beribu kota di Yerusalem

OKI meminta wilayah negara Palestina nantinya adalah seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza sebelum terjadinya Perang Enam Hari 1967.

Shimon Peres menandatangani formulir pengajuan untuk menjadi warga negara Palestina pada 1937. (PIC)

Shimon Peres pernah ajukan permohonan jadi warga negara Palestina

Tanda tangan Peres terlihat jelas di formulir permohonan untuk menjadi warga Palestina, termasuk pernyataan isinya: "Saya bersumpah akan setia kepada pemerintah Palestina."





comments powered by Disqus