palestina

Wartawan dan intelektual Arab Saudi sokong Israel perangi Hamas

"Hati kami bersama kalian. Semoga Allah melindungi Israel dan rakyatnya," tulis Abdul Hamid al-Hakim.

08 Mei 2019 15:14

Sejumlah wartawan dan intelektual Saudi terpandang menyatakan dukungan mereka terhadap Israel untuk memerangi Hamas di jalur Gaza. Sokongan itu mereka tunjukkan melalui Twitter saat pecah pertempuran selama dua hari, Sabtu-Ahad pekan lalu.

Sebagian menyalahkan Iran atas pertempuran kembali terjadi antara kedua pihak.

"Hati kami bersama kalian. Semoga Allah melindungi Israel dan rakyatnya," tulis Abdul Hamid al-Hakim, mantan Direktur Pusat Studi Strategis dan Hukum Timur Tengah, berkantor di Kota Jeddah, Arab Saudi.

Pertempuran selama dua hari antara Israel dengan hamas dan Jihad islam menewaskan 23 warga Palestina dan empat orang Israel.

Dalam akun Twitternya itu, Abdul Hamid menulis memerangi kelompok teror seperti Hamas merupakan tanggung jawab semua negara di Timur Tengah dan masyarakat internasional, bukan cuma kewwajiban Israel. "Saya katakan kepada bangsa Arab...Apakah kalian ingin para pembunuh ini (Hamas) dan agen-agen Iran menguasai yerusalem?!"

Tahun lalu, Abdul Hakim menulis di akun Twitternya, menyokong pembukaan Kedutaan besar Arab Saudi di Yerusalem dan peresmian Kedutaan Israel di Ibu Kota Riyadh.

Sila baca:
Mufti agung Saudi larang perangi Israel
Apakah Hamas organisasi teroris?

Wartawan Arab Saudi, Muhammad asy-Syekh, mengklaim Iran memerikntahkan penyerangan roket terhadap Israel dari Gaza lantaran dikenai sanksi lagi oleh Amerika Serikat. "Korbannya adalah warga Gaza," ujarnya.

Meski begitu, kebanyakan media di Arab Saudi bermusuhan dengan negara Zionis itu.

Hubungan mesra Arab Saudi-Israel mulai terjalin sejak Pangeran Muhammad bin Salman diangkat menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017. Tiga bulan kemudian, menurut sumber Albalad.co dalam lingkungan istana, Bin Salman memimpin delegasi berkunjung ke Israel dan bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Seorang warga Palestina menjadi korban dalam bentrokan dengan polisi Israel di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, saat Hari Raya Idul Adha, 11 Agustus 2019. (Abir Ziyad buat Albalad.co)

Bentrokan pecah setelah polisi Israel izinkan pemukim Yahudi masuki Al-Aqsa di Hari Raya Idul Adha

"Allahu Akbar, kami akan mengorbankan jiwa dan darah kami untuk membela Al-Aqsa," teriak warga Palestina.

Seorang lelaki melewati mural bertema perjuangan di Kota Gaza. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Iran akan naikkan anggaran bagi Hamas jadi Rp 426 miliar setahun

Selama ini bantuan dana dari Iran untuk Hamas berjumlah US$ 70 juta setahun.

Suhaib Hasan Yusuf, putra dari pendiri sekaligus pemimpin Hamas di Tepi Barat Syekh Hasan Yusuf, telah membelot dari Hamas. (Screencapture Channel 12)

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.

Duta Besar Amerika buat Israel David Friedman, utusan khusus Amerika bagi Timur Tengah Jason Greenblatt ikut merobohkan tembok saat peresmian terorongan menuju kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, 30 Juni 2019. (Facebook/Screen capture)

Israel resmikan terowongan menuju Al-Aqsa

Terowongan itu dibangun selama delapan tahun di bawah rumah-rumah warga Palestina.





comments powered by Disqus