palestina

PBB defisit dana, satu juta warga Gaza terancam kelaparan dan 1.700 akan diamputasi kakinya

"Skenario terburuk adalah kami tidak mampu melanjutkan untuk memberi makan setengah dari penduduk Gaza (satu juta orang)."

11 Mei 2019 22:44

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan satu juta orang di Jalur Gaza terancam kelaparan lantaran UNRWA (badan PBB mengurusi pengungsi Palestina) bakal kehabisan fulus bulan depan.

Sejumlah pejabat PBB bilang kepada the Independent, UNRWA butuh segera tambahan anggaran. Secara keseluruhan, UNRWA memerlukan dana US$ 1,2 miliar untuk mengoperasikan sekolah, memberikan layanan medis dan makanan, serta tunjangan uang tunai bagi sekitar lima juga pengungsi Palestina tersebar di kamp-kamp di Gaza, Tepi Barat, Suriah, Libanon, dan Yordania.

Musim panas tahun lalu, UNRWA terpaksa mengemis bantuan keuangan kepada Eropa dan negara-negara Arab Teluk setelah Amerika Serikat, penyandang dana terbesar, menghapus semua anggaran buat UNRWA. Alhasil badan internasional mengalami defisit anggaran US$ 440 juta.

PBB memperkirakan pihaknya memerlukan tambahan dana US$ 20 juta untuk segera mengatasi krisis kesehatan di Gaza.

"Skenario terburuk adalah kami tidak mampu melanjutkan untuk memberi makan setengah dari penduduk Gaza (satu juta orang)," kata Direktur UNRWA di Amerika Elizabeth Campbell. "Kami bakal harus menutup sekolah, masyarakat tidak akan lagi memiliki akses terhadap layanan kesehatan, banyak orang bakal pecat."

Dia memperingatkan ancaman bencana kemanusiaan di Gaza ini akan mudah menyebar ke wilayah sekitar. 

Defisit anggaran UNRWA ini juga, menurut Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Palestina, Jamie McGoldrick akan membuat sekitar 1.700 warga Gaza diamputasi kakinya dalam dua tahun ke depan.

Sekitar 29 ribu warga Gaza tahun lalu cedera lantaran tembakan pasukan Israel saat berunjuk rasa di daerah perbatasan kedua wilayah. Setidaknya tujuh ribu orang mengalami luka tembak di kaki, termasuk ratusan yang butuh pertlongan segera.

Seorang lelaki mengendarai gerobak keledai melewati lokasi proyek rumah sakit di Kota Gaza bakal diresmikan Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani  pada 23 Oktober 2012. Lawatan emir Qatar itu menjadi kunjungan pertama pemimpin Arab ke Jalur Gaza sejak diblokade oleh Israel pada 2007. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel bersedia bayari tiket pesawat bagi warga Palestina ingin pindah dari Gaza

Sebanyak 35-40 ribu warga Palestina telah pergi dari Gaza melalui Mesir sejak perbatasan di Rafah dibuka pada Mei 2018.

Seorang lelaki mengendarai gerobak keledai melewati lokasi proyek rumah sakit di Kota Gaza bakal diresmikan Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani  pada 23 Oktober 2012. Lawatan emir Qatar itu menjadi kunjungan pertama pemimpin Arab ke Jalur Gaza sejak diblokade oleh Israel pada 2007. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel tangkap lima warga Gaza menerobos pagar pembatas

Sejak Maret tahun lalu, ribuan warga berunjuk rasa saban habis salat Jumat di perbatasan dengan Israel.

Kaum hawa di sebuah restoran di Gaza memesan air garam sebagai bentuk dukungan bagi tahanan Palestina sedang mogok makan di penjara Israel. (Twitter)

94 ribu keluarga miskin di Gaza dapat US$ 100 dari dana hibah Qatar

Qatar sudah menjanjikan hibah US$ 90 juta dalam enam bulan, dimulai sejak November tahun lalu.

Mahmud Abu Asbah, lelaki Palestina tewas di selatan Israel akibat tembakan roket dari Jalur Gaza pada 12 November 2018. (Twitter)

Tembakan roket dari Gaza ke Israel tewaskan lelaki Palestina

Saling serang berlanjut setelah perwira militer Israel, Letnan Kolonel M, Ahad lalu tewas di Gaza.





comments powered by Disqus