palestina

Amerika tolak berikan visa bagi perunding senior Palestina

Hubungan buruk kedua negara mencapai puncaknya setelah Desember 2017, Presiden Amerika Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

14 Mei 2019 22:17

Hanan Asyrawi, juru runding senior Palestina, kemarin bilang Amerika Serikat telah menolak memberikan visa bagi dirinya. 

Hal ini terjadi di tengah memburuknya hubungan Amerika dan Palestina. 

Melalui serangkaian tulisannya di Twitter, Hanan meyakini penolakan negara adikuasa itu bermotif politis. Dia mengatakan ini kali pertama Washington DC menolak memberikan visa. 

Dia menjelaskan saban tahun setidaknya tiga atau empat kali dia terbang ke Amerika di mana putri dan cucu-cucunya tinggal. "Saya pernah bertemu dan bahkan berunding dengan setiap menteri luar negeri (Amerika) sejak (George) Schultz dan tiap presiden sedari era George H.W. Bush (kecuali pemerintahan sekarang)."

Hubungan buruk kedua negara mencapai puncaknya setelah Desember 2017, Presiden Amerika Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, disusul dengan pemindahan Kedutaan Besar Amerika dari Ibu Kota Tel Aviv (Israel) ke Yerusalem. 

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri Amerika menolak menjelaskan alasan penolakan memberi visa buat Hanan. Tapi dia memastikan penolakan itu bukan lantaran pandangan atau komentar-komentar politiknya. 

Hanan, anggota Komite Eksekutif PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) sudah tiga dasawarsa terlibat dalam politik Palestina. 

 

Dato Tahir sekeluarga dan Duta Besar Indonesia untuk Yordania serta Palestina Andy Rachmianto berpose bareng di depan kantor UNRWA di Ibu Kota Amman, 3 Oktober 2019. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dato Tahir bantu pengungsi Palestina Rp 5 miliar

Dato Tahir kemarin juga memberikan bantuan masing-masing Rp 2 miliar kepada UNHCR, pemerintah Yordania, dan Queen Rania Foundation.

Pemimpin senior Hamas Muhammad Saleh al-Khoudari, 81 tahun, ditahan di Arab Saudi sejak April 2019. (Screengrab)

Arab Saudi tahan pemimpin senior Hamas

Dua tahun belakangan, Saudi telah mendeportasi sedikitnya seratus warga Palestina lantaran mendukung Hamas atau mengirim uang ke kampung halaman mereka.

Empat perempuan pamer bra untuk membubarkan ratusan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem, 18 Mei 2019. (Screenshot)

Honduras berencana pindahkan kedutaan ke Yerusalem bulan depan

Baru dua negara memindahkan kedutaan mereka dari Ibu Kota Tel Aviv ke Yerusalem, yakni Amerika Serikat dan Guatemala pada Mei tahun lalu.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi tangkapi warga Palestina karena dukung Hamas

Dua tahun belakangan, Saudi telah mendeportasi sedikitnya seratus warga Palestina lantaran mendukung Hamas atau mengirim uang ke kampung halaman mereka.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Dato Tahir bantu pengungsi Palestina Rp 5 miliar

Dato Tahir kemarin juga memberikan bantuan masing-masing Rp 2 miliar kepada UNHCR, pemerintah Yordania, dan Queen Rania Foundation.

03 Oktober 2019

TERSOHOR