palestina

Shimon Peres pernah ajukan permohonan jadi warga negara Palestina

Tanda tangan Peres terlihat jelas di formulir permohonan untuk menjadi warga Palestina, termasuk pernyataan isinya: "Saya bersumpah akan setia kepada pemerintah Palestina."

20 Mei 2019 23:16

Sebelum negara Israel dibentuk pada 1948, wilayah itu bersama Tepi Barat dan Jalur Gaza termasuk ke dalam wilayah Palestina.

Sejumlah dokumen sejarah membuktikan mendiang Perdana Menteri Israel Shimon Peres pernah mengajuka permohonan untuk menjadi warga negara Palestina, seperti dilansir dari situs The Palestinian Information Center.

Radio 24 melaporkan dokumen-dokumen historis itu menyebutkan Peres adalah petani ketika tiba di Palestina dari Belarusia pada 1937.

Tanda tangan Peres terlihat jelas di formulir permohonan untuk menjadi warga Palestina, termasuk pernyataan isinya: "Saya bersumpah akan setia kepada pemerintah Palestina."

Namun Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa Nomor 181 pada 1947 membagi dua wilayah Palestina: satu untuk bangsa Yahudi dan sisanya buat rakyat Palestina. Meski begitu, Israel - dilahirkan pada 1948 - tidak puas dan terus merampas wilayah Palestina hingga kini menguasai 78 persen dari luas semua wilayah.

Ketua Komite Hubungan Luar negeri dan Pertahanan Nasional Kongres Brasil Eduardo Bolsonaro berpose bareng Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan istri, Sara Netanyahu sebelum peresmian kantor dagang Brasil di yerusalem, 15 Desember 2019, (Twitter/@IsraeliPM)

Brasil buka kantor dagang di Yerusalem

Brasil berkomitmen memindahkan kedutaannya ke Yerusalem tahun depan.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Israel setujui pembangunan Kedutaan Amerika di Yerusalem

Berlokasi dalam wilayah antara Yerusalem Barat dan perbatasan Israel pada 1948.

Polisi Israrl menangkap perempuan Palestina bernama Muntaha Amara saat sedang salat di Masjid Al-Aqsa. (Screencapture)

Polisi Israel tangkap perempuan Palestina ketika sedang bersujud di Al-Aqsa

Israel sudah berkali-kali menangkap Muntaha saat sedang salat di Al-Aqsa. Negara Bintang Daud ini juga pernah melarang dia memasuki Al-Aqsa.

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kepulauan Faroe akan akui Yerusalem ibu kota Israel

Rencana itu bakal dilaksanakan pada Oktober atau November 2020.





comments powered by Disqus