palestina

OKI: Negara Palestina harus beribu kota di Yerusalem

OKI meminta wilayah negara Palestina nantinya adalah seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza sebelum terjadinya Perang Enam Hari 1967.

01 Juni 2019 13:29

Para pemimpin negara-negara berpenduduk mayoritas muslim tergabung dalam OKI (Organisasi Konferensi Islam) hari ini menegaskan bangsa Palestina berhak mendirikan negara merdeka dan berdaulat dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Sikap itu disampaikan dalam sebuah dokumen tertulis setelah mereka menggelar konferensi tingkat tinggi OKI di Kota Makkah, Arab Saudi.

OKI juga menolak segala upaya penyelesaian konflik Palestina-Israel tidak menghormati hak-hak rakyat Palestina. Organisasi dibentuk pada 1969 setelah peristiwa pembakaran masjid Al-Aqsa dan beranggotakan 57 negara ini juga menentang pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat ke kota suci bagi tiga agama itu pada Mei tahun lalu.

Langkah Amerika pada 14 Mei 2018 itu diikuti oleh Guaatemala dua hari kemudian.

Israel sudah mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota abadi mereka dan tidak dapat dibagi dua dengan Palestina, melalui Hukum Dasar Yerusalem, undang-undang disahkan oleh Knesset (parlemen Israel) pada September 1980.

"Palestina adalah isu utama kami sampai bangsa Palestina mendapatkan hak-hak mereka," kata Raja Arab saudi Salman bin Abdul Aziz saat berpidato di pembukaan konferensi OKI.

OKI meminta wilayah negara Palestina nantinya adalah seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza sebelum terjadinya Perang Enam Hari 1967.

Konferensi OKI berlangsung di tengah spekulasi bakal dirilisnya proposal damai versi Presiden Amerika Donald Trump. Dalam proposal itu, Palestina tidak akan menjadi sebuah negara tapi diberikan otonomi khusus.

Suasana salat tarawih di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, 18 Mei 2018. (Albalad.co)

Australia buka kantor dagang dan pertahanan di Yerusalem

Baru Amerika dan Guatemala meresmikan kedutaannya di Yerusalem.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Brasil akan pindahkan kedutaannya ke Yerusalem

Amerika meresmikan kedutaan besarnya di Yerusalem pada 14 Mei lalu, bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya Israel. Dua hari kemudian, Guatemala menyusul.

Mufti Yerusalem Syekh Muhammad Husain. (Channel 2)

Trump berencana hadiri peresmian Kedutaan Besar Amerika di Yerusalem

Peresmian Kedutaan Amerika itu akan dilakukan bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya negara Israel.

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia tidak berdaya soal rencana Amerika membuka kedutaan di Yerusalem

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memilih bungkam dan pergi ketika ditanya apa yang akan dilakukan pemerintah Indonesia menghadapi rencana Amerika itu.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Dato Tahir bantu pengungsi Palestina Rp 5 miliar

Dato Tahir kemarin juga memberikan bantuan masing-masing Rp 2 miliar kepada UNHCR, pemerintah Yordania, dan Queen Rania Foundation.

03 Oktober 2019

TERSOHOR