palestina

Oman berencana buka kedutaan di Ramallah

Kalau terwujud, Oman menjadi negara Arab Teluk pertama memiliki kedutaan di Palestina.

27 Juni 2019 06:04

Kementerian Luar Negeri Oman Selasa lalu mengumumkan negaranya akan membuka kedutaan besarnya di Kota Ramallah, Tepi Barat, Palestina. 

Melalui keterangan tertulis dilansir Oman News Agency, Kementerian Luar Negeri Oman bilang keputusan ini merupakan bentuk dukungan berkelanjutan terhadap bangsa Palestina.

"Satu delegasi dari Kementerian Luar Negeri akan berkunjung ke Ramallah untuk memulai proses peresmian kedutaan."

Langkah ini bertepatan dengan pelaksanaan konferensi soal Palestina digelar di Ibu Kota Manama, Bahrain. Oman tidak ikut dalam pertemuan membahas proyek-proyek untuk membangun perekonomian Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza itu. 

Oman pernah beberapa kali membicarakan rencana peresmian kedutaan dengan pihak Palestina. 

Kalau terwujud, Oman menjadi negara Arab Teluk pertama memiliki kedutaan di Palestina. 

Pejabat senior PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) Hanan Asyrawi girang dengan keputusan Oman itu. "Saya berharap kedutaan ini akan membantu mengajarkan pemerintah Oman mengenai kondisi sebenarnya dari penjajahan Israel," ujarnya. 

Palestina menuntut negara merdeka dan berdaulat dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. 

 

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kepulauan Faroe akan akui Yerusalem ibu kota Israel

Rencana itu bakal dilaksanakan pada Oktober atau November 2020.

Duta Besar Amerika buat Israel David Friedman, utusan khusus Amerika bagi Timur Tengah Jason Greenblatt ikut merobohkan tembok saat peresmian terorongan menuju kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, 30 Juni 2019. (Facebook/Screen capture)

Amerika sebut permukiman Yahudi di Tepi Barat tidak ilegal

Israel mencaplok Tepi Barat dan Yerusalem Timur setelah menang dalam Perang Enam Hari pada 1967. Saat ini terdapat sekitar 700 ribu pemukim Israel di kedua wilayah itu.

Bahaa Abu al-Ata, salah satu komandan Brigade Al-Quds (sayap militer Jihad Islam) tewas akibat serangan udara Israel ke Jalur Gaza, 12 November 2019. (IDF Spokesperson)

Hamas tembakkan roket ke Israel setelah Haniyah telepon pemimpin Jihad Islam

Hamas dan Jihad Islam adalah dua kelompok pejuang Palestina sokongan Iran.

Kepala perwakilan Hamas di Arab Saudi Muhammad Saleh al-Khoudari. (Screengrab)

Tahanan Palestina di Arab Saudi disiksa

Mereka ditahan dengan tuduhan membantu dan menjadi pendukung Hamas. 





comments powered by Disqus