palestina

Iran akan naikkan anggaran bagi Hamas jadi Rp 426 miliar setahun

Selama ini bantuan dana dari Iran untuk Hamas berjumlah US$ 70 juta setahun.

08 Agustus 2019 17:20

Iran menjanjikan kenaikan bantuan anggaran operasional bagi kelompok Hamas di Jalur Gaza menjadi US$ 30 juta atau kini setara Rp 426,3 miliar per tahun.

Komitmen itu disampaikan pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei saat menerima kunjungan sembilan pejabat senior Hamas di Ibu Kota Teheran bulan lalu, seperti dilansir stasiun televisi Channel 12 asal Israel. Sebagai balasan, Hamas harus memberikan laporan intelijen secara rutin kepada Iran mengenai lokasi penyimpanan peluru kendali Israel.

Selama ini bantuan dana dari Iran untuk Hamas berjumlah US$ 70 juta setahun, seperti dilansir Yediot Ahronot tahun lalu. Laporan lain menyebutkan Hamas menerima bantuan dari Iran US$ 100 juta saban tahun.

Lawatan delegasi Hamas itu dipimpin oleh Wakil Kepala Biro Politik Hamas Saleh Aruri. Dalam rombongan terdapat Musa Abu Marzuq, Mahir Salah, Husam Badran, Usamah Hamdan, Izzat ar-Risyq, dan Ismail Radwan.

Delegasi Hamas menyatakan akan menyampaikan pesanan Khamenei itu kepada pimpinan Hamas di Jalur Gaza.

Bahaa Abu al-Ata, salah satu komandan Brigade Al-Quds (sayap militer Jihad Islam) tewas akibat serangan udara Israel ke Jalur Gaza, 12 November 2019. (IDF Spokesperson)

Hamas tembakkan roket ke Israel setelah Haniyah telepon pemimpin Jihad Islam

Hamas dan Jihad Islam adalah dua kelompok pejuang Palestina sokongan Iran.

Kepala perwakilan Hamas di Arab Saudi Muhammad Saleh al-Khoudari. (Screengrab)

Tahanan Palestina di Arab Saudi disiksa

Mereka ditahan dengan tuduhan membantu dan menjadi pendukung Hamas. 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi tangkapi warga Palestina karena dukung Hamas

Dua tahun belakangan, Saudi telah mendeportasi sedikitnya seratus warga Palestina lantaran mendukung Hamas atau mengirim uang ke kampung halaman mereka.

Suhaib Hasan Yusuf, putra dari pendiri sekaligus pemimpin Hamas di Tepi Barat Syekh Hasan Yusuf, telah membelot dari Hamas. (Screencapture Channel 12)

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.





comments powered by Disqus