palestina

Israel bersedia bayari tiket pesawat bagi warga Palestina ingin pindah dari Gaza

Sebanyak 35-40 ribu warga Palestina telah pergi dari Gaza melalui Mesir sejak perbatasan di Rafah dibuka pada Mei 2018.

26 Agustus 2019 12:10

Seorang pejabat senior Israel mengungkapkan negara Zionis itu bersedia membayari tiket pesawat bagi warga Palestina ingin pindah dari Jalur Gaza. 

Hal itu dia katakan kepada wartawan dalam penerbangan bareng rombongan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bulan ini. 

Pejabat menolak disebut identitasnya ini bilang Israel sudah berkomunikasi dengan sejumlah negara di Timur Tengah, untuk mengetahui apakah bersedia menerima warga Gaza tinggal di negara mereka. Namun sejauh ini belum ada negara mau menerima emigran asal Gaza. 

Dia menekankan tahun lalu lebih dari 35 ribu warga Gaza meninggalkan wilayah telah diblokade Israel sejak 2007. 

NPR menulis 35-40 ribu warga Palestina telah pergi dari Gaza melalui Mesir sejak perbatasan di Rafah dibuka pada Mei 2018. Beberapa terbang dari Kairo ke negara-negara Arab Teluk, sebagian memilih tetap di Turki, dan yang lain berangkat ke Turki dengan harapan bisa diselundupkan ke Eropa. 

 

 

Ketua Komite Hubungan Luar negeri dan Pertahanan Nasional Kongres Brasil Eduardo Bolsonaro berpose bareng Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan istri, Sara Netanyahu sebelum peresmian kantor dagang Brasil di yerusalem, 15 Desember 2019, (Twitter/@IsraeliPM)

Brasil buka kantor dagang di Yerusalem

Brasil berkomitmen memindahkan kedutaannya ke Yerusalem tahun depan.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Israel setujui pembangunan Kedutaan Amerika di Yerusalem

Berlokasi dalam wilayah antara Yerusalem Barat dan perbatasan Israel pada 1948.

Polisi Israrl menangkap perempuan Palestina bernama Muntaha Amara saat sedang salat di Masjid Al-Aqsa. (Screencapture)

Polisi Israel tangkap perempuan Palestina ketika sedang bersujud di Al-Aqsa

Israel sudah berkali-kali menangkap Muntaha saat sedang salat di Al-Aqsa. Negara Bintang Daud ini juga pernah melarang dia memasuki Al-Aqsa.

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kepulauan Faroe akan akui Yerusalem ibu kota Israel

Rencana itu bakal dilaksanakan pada Oktober atau November 2020.





comments powered by Disqus