palestina

Departemen Luar Negeri Amerika hapus Palestina dari daftar negara

Tidak jelas kapan Departemen Luar Negeri Amerika menghapus Palestina dari daftar negara.

28 Agustus 2019 06:36

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah menghapus "Wilayah Palestina" dari daftar negara dan wilayah di Timur Tengah dalam situs resmi mereka.

Situs resmi Departemen Luar Negeri Amerika saat ini hanya menyebut Palestina dalam laman mengenai Israel.

Sedangkan arsip dalam situs resmi Departemen Luar Negeri Amerika di era Barack Obama dan presiden-presiden Amerika sebelumnya, "Teritori Palestina" masuk dalam laman Timur Dekat: Negara dan Wilayah Lain dan menampilkan beragam informasi tentang Tepi Barat serta Jalur Gaza.

Tidak jelas kapan Departemen Luar Negeri Amerika menghapus Palestina dari daftar negara. Mereka mengklaim tidak ada perubahan dalam kebijakan Amerika untuk Timur Tengah.

Presiden Amerika Donald Trump menghindar ketika ditanya wartawan dalam jumpa pers di Paris, apakah kebijakan menghapus Palestina dari daftar negara kondusif bagi upaya perdamaian. "Kamu bisa menayakan kepada Mike Pompeo (menteri luar negeri Amerika)," katanya.

Adalah analis Timur Tengah Aaron Magid, pertama kali mengunggah soal penghapusan Palestina dari daftar negara di akun Twitternya Jumat pekan lalu.

Memang muncul spekualasi proposal damai versi Trump bukan bertujuan mendirikan negara Palestina tapi memberikan otonomi khusus kepada mereka.

"Itu gila. Palestina tidak akan ke mana-mana. Kepentingan Amerika adalah merangkul mereka. Israel saja masih bekerjasama dengan Otoritas Palestina di banyak sektor." tulis mantan Duta Besar Amerika untuk Israel Dan Shapiro.

Nabil Abu Rudainah, juru bicara Presiden Palestina Mahmud Abbas, mengecam kebijakan Departemen Luar Negeri Amerika itu. Dia menyebut hal ini menunjukkan penurunan dalam kebijakan luar negeri Amerika, seperti dilansir kantor berita Wafa.

 

Seorang pengawal pemimpin Hamas memasuki terowongan di perbatasan Rafah,  tembus dari Jalur Gaza ke Mesir, Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Komandan pasukan laut Hamas berkhianat dan kabur ke Israel

komandan Hamas itu kabur dengan membawa sebuah komputer jinjing, uang tunai, peralatan penyadap, dan sebundel dokumen rahasia.

Seorang lelaki berjalan melewati mural pengingat peristiwa Nakbah menjelang beridirnya negara Israel di Kota Gaza, Senin, 22 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Instagram minta maaf karena hapus unggahan Bella Hadid soal ayahnya orang Palestina

"Apakah kami tidak boleh menjadi orang Palestina di Instagram? Bagi saya, ini adalah pelecehan," kata supermodel Bella Hadid.

Peta negara Palestina dan Israel versi proposal damai Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Twitter)

Perubahan peta Palestina sejak belum ada negara Israel

"Saya warga negara Palestina. Dari 1921 -1948, saya memakai paspor Palestina," kata Perdana Menteri Israel Golda Meir dalam sebuah wawancara televisi pada 1970.

Dua bocah perempuan tengah melintas di depan tembok sebuah rumah bolong-bolong terkena peluru Israel di Jabaliya, Jalur Gaza, 27 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Surati Jokowi, pemimpin Hamas minta Indonesia gagalkan rencana aneksasi Israel di Tepi Barat

"(Indonesia) mengecam keras dan menolak rencana aneksasi wilayah Palestina di Tepi Barat oleh Israel," kata Faizasyah.





comments powered by Disqus