palestina

Arab Saudi tangkapi warga Palestina karena dukung Hamas

Dua tahun belakangan, Saudi telah mendeportasi sedikitnya seratus warga Palestina lantaran mendukung Hamas atau mengirim uang ke kampung halaman mereka.

05 September 2019 06:18

Arab Saudi terus menangkapi warga Palestina tinggal di negara Kabah itu karena menyokong Hamas. Mereka ditahan termasuk pengusaha Usamah dan Hisyam Filali, Muhammad bin Mahfuz, Waris bin Mahfuz, dan Saleh Abu Ghosy.

Melalui akun Twitternya, Prisoners of Conscience - lembaga nirlaba pemantau hak asasi manusia di Arab Saudi - mengungkapkan sejauh ini sekitar 150 orang ditahan karena terlibat kegiatan amal, termasuk para pebisnis dan 40 orang di Jeddah saja.

Pasukan keamanan Saudi menggrebek rumah-rumah warga Palestina nbiasanya malam. Mereka kemudian mengungci perempuan dan anak-anak dalam satu ruangan, menyita telepon seluler mereka, baru kemudian menangkap.

Prisoners of Conscience menyebutkan semua tahanan dilarang mengontak keluarga mereka. Sebagian bahkan sudah dua tahun mendekam dalam penjara. "Keluarga beberapa tahanan Palestina tidak mengetahui kabar kerabatnya selama Ramadan dan Idul Fitri lalu."

Selama beberapa bulan terakhir, pasukan keamanan Saudi secara rahasia melancarakan operasi penangkapan besar-besaran terhadap warga Palestina menetap di negeri Dua Kota Suci itu.

Dua tahun belakangan, Saudi telah mendeportasi sedikitnya seratus warga Palestina lantaran mendukung Hamas atau mengirim uang ke kampung halaman mereka. Saudi memang sudah menyatakan Al-Ikhwan al-Muslimun dan Hamas sebagai organisasi terlarang.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah bertemu Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Putrajaya, Malaysia, 22 Januari 2020. (Albalad.co/Istimewa)

Pemimpin Hamas bertemu Mahathir

Mahathir menegaskan perlunya sebuah strategi komprehensif untuk memperkuat bangsa Palestina dalam menghadapi penjajahan Israel.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah bertakziah ke rumah mendiang komandan Brigade Quds Mayor Jenderal Qasim Sulaimani di Ibu Kota Teheran, Iran. (Twitter)

Pemimpin Hamas ikut salat jenazah Jenderal Sulaimani

Selain menghadiri salat jenazah Sulaimani, pimpinan Hamas bertakziah ke rumah mendiang di Teheran. Mereka juga bertemu komandan baru Brigade Quds Mayor Jenderal Ismail Qaani.

Kepal Biro Politik Hamas Ismail Haniyah menemui Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani di Ibu Kota Doha, Qatar, 16 Desember 2019. (Twitter)

Pemimpin Hamas temui emir Qatar

Pada Oktober 2012, Emir Qatar ketika itu, Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani, menjadi pemimpin Arab pertama mengunjungi Gaza sejak wilayah itu diblokade Israel pada 2007. 

Bahaa Abu al-Ata, salah satu komandan Brigade Al-Quds (sayap militer Jihad Islam) tewas akibat serangan udara Israel ke Jalur Gaza, 12 November 2019. (IDF Spokesperson)

Hamas tembakkan roket ke Israel setelah Haniyah telepon pemimpin Jihad Islam

Hamas dan Jihad Islam adalah dua kelompok pejuang Palestina sokongan Iran.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

MUI: Yerusalem bukan ibu kota Israel

Proposal Trump itu sejalan dengan klaim sepihak Israel melalui Hukum Dasar Yerusalem, disahkan Knesset empat dasawarsa lalu.

05 Februari 2020

TERSOHOR