palestina

Dato Tahir bantu pengungsi Palestina Rp 5 miliar

Dato Tahir kemarin juga memberikan bantuan masing-masing Rp 2 miliar kepada UNHCR, pemerintah Yordania, dan Queen Rania Foundation.

03 Oktober 2019 09:55

Dato Tahir kemarin menyerahkan bantuan dana Rp 5 miliar buat pengungsi Palestina di Yordania. 

Bantuan itu diserahkan melalui kantor UNRWA (badan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengurusi pengungsi Palestina) di Ibu Kota Amman. Dato Tahir sekeluarga datang ke kantor UNRWA didampingi Duta Besar Indonesia untuk Yordania dan Palestina Andy Rachmianto, selerti dilaporkan wartawan Albalad.co Faisal Assegaf dari Amman. 

Menurut Dato Tahir, sejatinya ada lagi tiga pengusaha telah berkomitmen memberikan bantuan Rp 5 miliar bagi pengungsi Palestina, namun janji itu belum bisa dilaksanakan. Dia menolak menyebut nama ketiga pebisnis itu. 

Dia menjelaskan pemberian bantuan bagi pengungsi Palestina ini merupakan kerja kemanusiaan rutin dilakukan Tahir Foundation. Selain itu, bantuan ini juga ikut menyokong komitmen pemerintah Indonesia untuk selalu membantu Palestina.  

"Seperti dikatakan Pak Dubes (Andy Rachmianto) dan Presiden Jokowi, diplomasi tidak hanya dilakukan oleh diplomat tapi swasta juga bisa melakoni diplomasi melalui perdagangan, kebudayaan, dan kemanusiaan," kata Dato Tahir. "Saya melakukan melalui kemanusiaan."

Deputi Komisioner Jenderal UNRWA Christian Saunders mengakui tantangan terberat dihadapi lembaganya untuk memberikan layanan dasar terbaik bagi pengungsi Palestina - pangan, pendidikan, kesehatan, dan tempat tinggal - adalah dana. Apalagi setelah Amerika Serikat menghapus bantuannya sebesar US$ 360 juta setahun. 

Dia menambahkan tahun depan UNRWA membutuhkan anggaran sekitar US$ 1,4 miliar buat mengurusi 5,5 juta pengungsi Palestina tersebar di Yordania, Libanon, Suriah, Tepi Barat, dan Jalur Gaza. "Jadi bantuan dari Dato Tahir ini sangat penting," ujar Saunders.

Dato Tahir kemarin juga memberikan bantuan masing-masing Rp 2 miliar kepada UNHCR (Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi), pemerintah Yordania, dan Queen Rania Foundation. Bahkan Tahir Foundation dan Queen Rania Foundation sepakat untuk bekerjasama, terutama dalam bidang pendidikan. 

 

Seorang lelaki berjalan melewati mural pengingat peristiwa Nakbah menjelang beridirnya negara Israel di Kota Gaza, Senin, 22 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Instagram minta maaf karena hapus unggahan Bella Hadid soal ayahnya orang Palestina

"Apakah kami tidak boleh menjadi orang Palestina di Instagram? Bagi saya, ini adalah pelecehan," kata supermodel Bella Hadid.

Peta negara Palestina dan Israel versi proposal damai Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Twitter)

Perubahan peta Palestina sejak belum ada negara Israel

"Saya warga negara Palestina. Dari 1921 -1948, saya memakai paspor Palestina," kata Perdana Menteri Israel Golda Meir dalam sebuah wawancara televisi pada 1970.

Hamzah Muhammad al-Qumshan, pengungsi Palestina terdampar di Bandar Udara Soekarno Hatta. (Hamzah al-Qumshan buat Albalad.co)

Pengungsi Palestina terdampar di Bandar Udara Soekarno Hatta

"Tapi saya ditolak oleh Indonesia, Malaysia, dan Yordania," kata Hamzah kepada Albalad.co hari ini.

Surat perjalanan laksana paspor dikeluarkan oleh Direktorat Keamanan Umum Libanon bagi para pengungsi Palestina tinggal di negara itu. (Screengrab)

Arab Saudi larang hampir tiga juta orang Palestina untuk berumrah dan berhaji

Larangan ini berlaku bagi orang Palestina hidup di Israel, Yordania, Libanon, dan Yerusalem Timur. Keputusan Saudi ini berdasarkan kesepakatan dengan Israel.





comments powered by Disqus