palestina

Korupsi mewabah di kalangan pejabat Palestina

Pada 19 Agustus lalu, Abbas memerintahkan bekas Perdana Menteri Rami Hamdallah dan menteri-menterinya mengembalikan fulus diperoleh secara tidak sah saat mereka menjabat ke kas negara.

20 Oktober 2019 17:08

Seorang diplomat Timur Tengah menolak ditulis namanya pernah bilang kepada Albalad.co, dirinya tidak lagi menaruh hormat kepada para pejabat Palestina. "Mereka hidup glamor dari menjual penderitaan rakyat Palestina. Saya suka sebal menghadiri acara penggalangan dana buat Palestina karena saya mengenal seorang pejabat Palestina hobi berkuda," katanya.

Komentar sinis itu diamini oleh Ali, pemuda berumur 22 tahun dan tinggal di Kota Hebron di Tepi Barat. Dia menegaskan Otoritas Palestina dipimpin Presiden Mahmud Abbas adalah lembaga korup menguntungkan hanya sebagian elite.

"Anak-anak Abu Mazin (nama sapaan Mahmud Abbas) belajar di sekolah-sekolah terbaik, menjalani perawatan di rumah-rumah sakit terhebat, mereka pelesiran ke seluruh dunia," kata Ali. "Mereka tidak peduli mengenai nasib rakyat Palestina."

Seorang diplomat bertugas di Timur Tengah mengungkapkan kepada Albalad.co, Abbas memiliki rumah seharga US$ 1 juta (kini setara Rp 14 miliar) di Ibu Kota Amman, Yordania.

Akram ar-Rajub, Gubernur Jenin, bulan lalu menyerukan kepada semua mantan menteri dan pejabat Palestina untuk mengembalikan fulus negara mereka curi. Di laman Facebooknya, dia mengumumkan Abbas sudah mengeluarkan perintah soal pengembalian itu.

"Kalau kalian tidak mengembalikan uang hasil korupsi, kami akan mengadili dan membuka identitas kalian," ujarnya. "Jadi lebih baik buat kalian mengembalikan duit haram itu."

Pada 19 Agustus lalu, Abbas memerintahkan bekas Perdana Menteri Rami Hamdallah dan menteri-menterinya mengembalikan fulus diperoleh secara tidak sah saat mereka menjabat ke kas negara.

Sejauh ini baru Menteri Keuangan Syukra Bisyara mengembalikan fulus US$ 81.600 (Rp 1,1 miliar) ke kas negara.

Jadi jangan salahkan kalau sebagian orang tidak ikhlas membantu melalui pemerintah Palestina karena korupsi menggurita di sana.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah bertemu Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Putrajaya, Malaysia, 22 Januari 2020. (Albalad.co/Istimewa)

Pemimpin Hamas bertemu Mahathir

Mahathir menegaskan perlunya sebuah strategi komprehensif untuk memperkuat bangsa Palestina dalam menghadapi penjajahan Israel.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah bertakziah ke rumah mendiang komandan Brigade Quds Mayor Jenderal Qasim Sulaimani di Ibu Kota Teheran, Iran. (Twitter)

Pemimpin Hamas ikut salat jenazah Jenderal Sulaimani

Selain menghadiri salat jenazah Sulaimani, pimpinan Hamas bertakziah ke rumah mendiang di Teheran. Mereka juga bertemu komandan baru Brigade Quds Mayor Jenderal Ismail Qaani.

Iklan layanan kereta Palestine Railways. (Twitter)

Tidak pernah ada yang namanya Israel

Tiga kali Perang Arab-Israel pada 1948, 1967, dan 1973 membikin wilayah Israel kian luas: dari 17 persen sekarang menjadi 78 persen.

Dua bocah perempuan tengah melintas di depan tembok sebuah rumah bolong-bolong terkena peluru Israel di Jabaliya, Jalur Gaza, 27 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Perempuan muslim bercadar di Gaza bikin boneka Santa

Bahkan tujuh di antara mereka telah diajari menjadi tukang kayu.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Pemimpin Hamas bertemu Mahathir

Mahathir menegaskan perlunya sebuah strategi komprehensif untuk memperkuat bangsa Palestina dalam menghadapi penjajahan Israel.

22 Januari 2020

TERSOHOR