palestina

Tahanan Palestina di Arab Saudi disiksa

Mereka ditahan dengan tuduhan membantu dan menjadi pendukung Hamas. 

23 Oktober 2019 13:15

Juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri menuding Arab Saudi menyiksa tahanan-tahanan Palestina, termasuk para pentolan Hamas. 

Dia menambahkan warga Palestina dalam penjara Saudi diinterogasi dengan kasar dan sebagian disiksa dengan beragam cara. "Mereka diinterogasi investigator dari berbagai negara," kata Abu Zuhri kepada Shehab News Agency.

Menurutnya, penangkapan sekitar 60 warga Palestina di Saudi, termasuk kepala perwakilan Hamas Muhammad Saleh al-Khoudari dan pengusaha Abu Ubaidah Agha, merupakan tindakan memalukan. Mereka kini mendekam dalam Penjara Dhahban di Kota Jeddah. 

Dia bilang Hamas sudah menghubungi sejumlah pejabat Saudi namun sampai sekarang masalah itu belum dibereskan. 

Saudi beberapa tahun belakangan menangkapi orang-orang Palestina sudah lama tinggal di negara Kabah itu. Mereka ditahan dengan tuduhan membantu dan menjadi pendukung Hamas. 

Saudi memang sudah menyatakan Hamas dan Al-Ikhwan al-Muslimun sebagai organisasi terlarang atau teroris.

 

 

 

Presiden Palestina Mahmud Abbas bertemu Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, November 2017. (Wafa)

Abbas akan jadi calon presiden dari Fatah

Pemilihan legislatif terakhir digelar di 25 Januari 2006 dan dimenangkan oleh Hamas.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah saat mengunjungi kamp pengungsi Palestina di Libanon pada 6 September 2020. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Pemimpin Hamas diprediksi menang dalam pemilihan presiden Palestina

Hamas menang dalam pemilihan legislatif pada Januari 2006. Tapi pemerintahan dipimpin Perdana Menteri Haniyah bubar di Juni 2007.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah saat mengunjungi kamp pengungsi Palestina di Libanon pada awal September 2020. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas setuju dialog nasional dan tiga pemilihan umum digelar berurutan

Palestina menggelar pemilihan umum parlemen terakhir kali pada Januari 2006 dan dimenangkan Hamas namun Amerika Serikat, Israel, dan Fatah tidak mengakui hasil itu.

Warga Gaza mencoret poster mendiang komandan Brigade Quds Mayor Jenderal Qasim Sulaimani dipasang di jalan di Gaza. (Twitter)

Warga Gaza turunkan poster mendiang Qasim Sulaimani dipasang Hamas

Pemimpin pasukan elite Iran itu tewas oleh serangan pesawat nirawak Amerika Serikat pada 3 Januari tahun ini di luar Bandar Udara Internasional Baghdad.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Legenda Palestina dalam penjara

Jika Abbas tidak mencalonkan diri lagi dalam pemilihan presiden, 37 persen rakyat Palestina menganggap Barghuti cocok sebagai pengganti dan 23 persen memilih Haniyah.

24 Januari 2021

TERSOHOR