palestina

Tahanan Palestina di Arab Saudi disiksa

Mereka ditahan dengan tuduhan membantu dan menjadi pendukung Hamas. 

23 Oktober 2019 20:15

Juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri menuding Arab Saudi menyiksa tahanan-tahanan Palestina, termasuk para pentolan Hamas. 

Dia menambahkan warga Palestina dalam penjara Saudi diinterogasi dengan kasar dan sebagian disiksa dengan beragam cara. "Mereka diinterogasi investigator dari berbagai negara," kata Abu Zuhri kepada Shehab News Agency.

Menurutnya, penangkapan sekitar 60 warga Palestina di Saudi, termasuk kepala perwakilan Hamas Muhammad Saleh al-Khoudari dan pengusaha Abu Ubaidah Agha, merupakan tindakan memalukan. Mereka kini mendekam dalam Penjara Dhahban di Kota Jeddah. 

Dia bilang Hamas sudah menghubungi sejumlah pejabat Saudi namun sampai sekarang masalah itu belum dibereskan. 

Saudi beberapa tahun belakangan menangkapi orang-orang Palestina sudah lama tinggal di negara Kabah itu. Mereka ditahan dengan tuduhan membantu dan menjadi pendukung Hamas. 

Saudi memang sudah menyatakan Hamas dan Al-Ikhwan al-Muslimun sebagai organisasi terlarang atau teroris.

 

 

 

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah bertemu Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Putrajaya, Malaysia, 22 Januari 2020. (Albalad.co/Istimewa)

Pemimpin Hamas bertemu Mahathir

Mahathir menegaskan perlunya sebuah strategi komprehensif untuk memperkuat bangsa Palestina dalam menghadapi penjajahan Israel.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah bertakziah ke rumah mendiang komandan Brigade Quds Mayor Jenderal Qasim Sulaimani di Ibu Kota Teheran, Iran. (Twitter)

Pemimpin Hamas ikut salat jenazah Jenderal Sulaimani

Selain menghadiri salat jenazah Sulaimani, pimpinan Hamas bertakziah ke rumah mendiang di Teheran. Mereka juga bertemu komandan baru Brigade Quds Mayor Jenderal Ismail Qaani.

Kepal Biro Politik Hamas Ismail Haniyah menemui Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani di Ibu Kota Doha, Qatar, 16 Desember 2019. (Twitter)

Pemimpin Hamas temui emir Qatar

Pada Oktober 2012, Emir Qatar ketika itu, Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani, menjadi pemimpin Arab pertama mengunjungi Gaza sejak wilayah itu diblokade Israel pada 2007. 

Bahaa Abu al-Ata, salah satu komandan Brigade Al-Quds (sayap militer Jihad Islam) tewas akibat serangan udara Israel ke Jalur Gaza, 12 November 2019. (IDF Spokesperson)

Hamas tembakkan roket ke Israel setelah Haniyah telepon pemimpin Jihad Islam

Hamas dan Jihad Islam adalah dua kelompok pejuang Palestina sokongan Iran.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Pemimpin Hamas bertemu Mahathir

Mahathir menegaskan perlunya sebuah strategi komprehensif untuk memperkuat bangsa Palestina dalam menghadapi penjajahan Israel.

22 Januari 2020

TERSOHOR