palestina

Tahanan Palestina di Arab Saudi disiksa

Mereka ditahan dengan tuduhan membantu dan menjadi pendukung Hamas. 

23 Oktober 2019 13:15

Juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri menuding Arab Saudi menyiksa tahanan-tahanan Palestina, termasuk para pentolan Hamas. 

Dia menambahkan warga Palestina dalam penjara Saudi diinterogasi dengan kasar dan sebagian disiksa dengan beragam cara. "Mereka diinterogasi investigator dari berbagai negara," kata Abu Zuhri kepada Shehab News Agency.

Menurutnya, penangkapan sekitar 60 warga Palestina di Saudi, termasuk kepala perwakilan Hamas Muhammad Saleh al-Khoudari dan pengusaha Abu Ubaidah Agha, merupakan tindakan memalukan. Mereka kini mendekam dalam Penjara Dhahban di Kota Jeddah. 

Dia bilang Hamas sudah menghubungi sejumlah pejabat Saudi namun sampai sekarang masalah itu belum dibereskan. 

Saudi beberapa tahun belakangan menangkapi orang-orang Palestina sudah lama tinggal di negara Kabah itu. Mereka ditahan dengan tuduhan membantu dan menjadi pendukung Hamas. 

Saudi memang sudah menyatakan Hamas dan Al-Ikhwan al-Muslimun sebagai organisasi terlarang atau teroris.

 

 

 

Kepala Biro Politik Hamas mengadakan pertemuan dengan sejumlah keluarga tahanan Palestina di Ibu Kota Kairo, Mesir. (Albalad.co/Supplied)

Pemimpin Hamas bertemu keluarga tahanan Palestina terpandang

Haniyah juga bertemu keluarga Marwan Barghuti

Abdurrahman Atiyah Abu Khatab mencuri mobil Hyundai Tucson putih milik keponakan dari Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah. Kejadiannya di Kota Gaza pada 21 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Warga Gaza curi mobil milik keponakan pemimpin Hamas

Sejumlah warga Gaza menuding Abu Khatab bekerja sebagai informan bagi Israel.

Seorang warga Palestina di Jalur Gaza pada 15 September 2015 telah menerima bantuan fulus 320 shekel per bulan dari Qatar. (Sabq 24)

Keluarga miskin di Gaza mulai terima bantuan fulus US$ 100 dari Qatar

Secara keseluruhan Qatar menggelontorkan dana bantuan US$ 30 juta per bulan untuk Gaza.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah mengadakan pertemuan dengan  tamunya Sekretaris Jenderal Jihad Islam Ziyad an-Nakhlah di kantornya di Ibu Kota Doha, Qatar, 12 Februari 2021. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas diperkirakan punya investasi di luar negeri senilai Rp 7,2 triliun

Investasi ini kebanyakan di perusahaan konstruksi dan ditemukan di Turki, Sudan, dan Aljazair. Investasi Hamas di luar negeri itu mencakup pula saham di 40 perusahaan internasional.





comments powered by Disqus