palestina

Hamas tembakkan roket ke Israel setelah Haniyah telepon pemimpin Jihad Islam

Hamas dan Jihad Islam adalah dua kelompok pejuang Palestina sokongan Iran.

16 November 2019 14:28

Hamas menembakkan sejumlah roket ke Israel semalam, setelah pemimpin mereka, Ismail Haniyah, menelepon pemimpin Jihad Islam Ziad Nakhla, seperti dilansir Yediot Ahronot.

Dalam pembicaraan melalui telepon itu, Haniyah menyampaikan belasungkawa atas tewasnya komandan Brigade Al-Quds (sayap militer Jihad Islam) Bahaa Abu al-Ata Selasa lalu. Al-Ata terbunuh bersama istrinya ketika rumah mereka di Jalur Gaza dihantam roket Israel. Haniyah dan Nakhla bersepakat meningkatkan kerjasama antara Hamas dan Jihad Islam.

Tembakan roket Hamas itu sekaligus mengakhiri gencatan senjata dicapai antara Jihad Islam dan israel Kamis lalu. Negara Zionis ini membalas dengan menggempur beberapa target Hamas di Jalur Gaza.

Hamas dan Jihad Islam adalah dua kelompok pejuang Palestina sokongan Iran.

Kepala perwakilan Hamas di Arab Saudi Muhammad Saleh al-Khoudari. (Screengrab)

Tahanan Palestina di Arab Saudi disiksa

Mereka ditahan dengan tuduhan membantu dan menjadi pendukung Hamas. 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi tangkapi warga Palestina karena dukung Hamas

Dua tahun belakangan, Saudi telah mendeportasi sedikitnya seratus warga Palestina lantaran mendukung Hamas atau mengirim uang ke kampung halaman mereka.

Seorang lelaki melewati mural bertema perjuangan di Kota Gaza. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Iran akan naikkan anggaran bagi Hamas jadi Rp 426 miliar setahun

Selama ini bantuan dana dari Iran untuk Hamas berjumlah US$ 70 juta setahun.

Suhaib Hasan Yusuf, putra dari pendiri sekaligus pemimpin Hamas di Tepi Barat Syekh Hasan Yusuf, telah membelot dari Hamas. (Screencapture Channel 12)

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.





comments powered by Disqus