palestina

Mahkamah Internasional akan selidiki kejahatan perang dilakukan Israel

"Kejahatan perang telah dilakukan atau sedang berlangsung di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza," katanya Fatou Ben Souda.

21 Desember 2019 03:38

Kepala Jaksa ICC (Mahkamah Kejahatan Internasional) Fatou Ben Souda kemarin mengumumkan akan menyelidiki kejahatan perang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. 

Kasus kejahatan perang bakal diinvestigasi itu adalah Perang Gaza ada 2014 menewaskan 2.251 orang Palestina, kebanyakan penduduk sipil, dan membunuh 78 warga Israel, sebagian besar tentara. Juga kejahatan perang terkait pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat. 

Fatou mengaku puas setelah pengkajian awal ditemukan dasar untuk meluncurkan investigasi itu. "Kejahatan perang telah dilakukan atau sedang berlangsung di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza," katanya. 

Sebelum penyelidikan dimulai, Fatou akan meminta ICC memberikan kewenangan yurisdiksi lantaran Israel bukan anggota ICC. 

Pada 2015, Palestina menandatangani Statuta Roma menjadi payung hukum bagi ICC. Setelah itu, Palestina mengajukan permintaan agar mahkamah internasional itu melakoni investigasi terhadap kejahatan perang dilakukan Israel. 

Setelah empat tahun melakukan kajian awal, ICC pada 5 Desember lalu melansir sebuah laporan berisi bukti-bukti kejahatan perang dilancarkan negara Zionis itu di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza. 

Israel dan Amerika Serikat menolak keputusan ini dengan alasan ICC tidak memiliki yurisdiksi di sana. 

 

 

 

 

Presiden Palestina Mahmud Abbas bertemu Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, November 2017. (Wafa)

Abbas akan jadi calon presiden dari Fatah

Pemilihan legislatif terakhir digelar di 25 Januari 2006 dan dimenangkan oleh Hamas.

Kedutaan besar Amerika Serikat di Yerusalem. (Lobe Log)

Biden tidak akan pindahkan Kedutaan Amerika dari Yerusalem

Saat ini hanya Amerika dan Guatemala membuka kedutaan di Yerusalem. 

Satu keluarga miskin di Kota Gaza bepergian menggunakan gerobak keledai, 22 Otober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Mayoritas rakyat Palestina yakin tidak akan ada negara Palestina

Sekitar 48 persen warga Palestina mendukung perlawanan bersenjata dan Intifadah dalam menghadapi penjajah Israel.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah saat mengunjungi kamp pengungsi Palestina di Libanon pada 6 September 2020. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Pemimpin Hamas diprediksi menang dalam pemilihan presiden Palestina

Hamas menang dalam pemilihan legislatif pada Januari 2006. Tapi pemerintahan dipimpin Perdana Menteri Haniyah bubar di Juni 2007.





comments powered by Disqus