palestina

Perempuan muslim bercadar di Gaza bikin boneka Santa

Bahkan tujuh di antara mereka telah diajari menjadi tukang kayu.

27 Desember 2019 18:19

Sebuah industri rumahan di Desa Ummu Nasir, dekat Bait Hanun, utara Jalur Gaza, mempekerjakan 20 perempuan muda berabaya, berjilbab, dan bercadar serba hitam merupakan pakaian mereka saban hari. Industri ini adalah proyek dari Zaina Cooperative.

Tapi kerajinan mereka bikin jauh dari penampilan mereka. Menjelang musim Natal ini mereka diminta membuat boneka Santa dan pohon Natal dari kayu.

Menurut supervisor proyek, Asma Abu Qaidah, 20 perempuan berabaya dan bercadar itu sudah tiga tahun menjalani pelatihan vokasional, belajar memproduksi beragam suvenir terkait hari-hari besar keagamaan, termasuk Ramadan dan Natal. Bahkan tujuh di antara mereka telah diajari menjadi tukang kayu.

Sebanyak 20 perempuan berabaya dan bercadar ini hidup dalam lingkunagn konservatif. Kaum hawa di desa berpenduduk sekitar enam ribu orang itu dilarang meninggalkan desa mereka kecuali keadaan darurat. 

Boneka Santa dan pohon Natal itu dikemas dalam kotak bertulisan Selamat Natal dalam bahasa Arab serta Inggris.

Banyak dari pelanggan mereka adalah orang-orang asing bekerja di organisasi internasional beroperasi di Gaza.

Terowongan di bawah kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur. (rohama.org)

Masjid Al-Aqsa dibuka lagi lusa

Jamaah salat wajib menjaga jarak, memakai masker dan sarung tangan, serta membawa sajadah sendiri.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi sokong rencana aneksasi Tepi Barat oleh Israel

Bagi pemimpin Arab moderat, mengagalkan hegemoni Iran di Timur Tengah lebih penting ketimbang isu Palestina.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpose bareng anjing peliharaan keluarganya, Kaiya, di kediaman resminya di Yerusalem. (@netanyahu/Twitter)

Netanyahu targetkan Juli untuk mulai menganeksasi Tepi Barat

"Ini sebuah peluang besar dan kita tidak akan membiarkan itu lepas," kata Netanyahu.

Persiapan menjelang penerbangan pesawat Etihad Airways di Bandar Udara Internasional Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Sabtu, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Palestina tolak bantuan medis dari UEA dikirim lewat Israel

Ramallah menolak bantuan berupa alat pelindung diri, peralatan medis, dan ventilator karena dipakai sebagai alat untuk menormalisasi hubungan Israel dan UEA.





comments powered by Disqus