palestina

Tidak pernah ada yang namanya Israel

Tiga kali Perang Arab-Israel pada 1948, 1967, dan 1973 membikin wilayah Israel kian luas: dari 17 persen sekarang menjadi 78 persen.

28 Desember 2019 13:55

Status Amro Ali, profesor ilmu sosiologi di American University of Cairo, di akun Twitternya kian menegaskan klaim akademisi: tidak pernah ada yang namanya Israel.

Amro menyampaikan sejumlah bukti seluruh Tepi Barat termasuk Yerusalem, Jalur Gaza, dan wilayah Israel sekarang dulunya bernama Palestina. 

Sebuah peta bikinan National Geographic pada 1947, menunjukkan wilayah Palestina. Peta itu dibuat sebelum Perserikatan Bangsa-Bangsa melansir resolusi soal pembagian wilayah Palestina menjadi dua: sebagian besar untuk bangsa Palestina dan sisanya buat komunitas Yahudi, kebanyakan saat itu adalah imigran dari Eropa (Yahudi Ashkenazi). 

Setelah keluar Rencana Partisi, Komunitas Yahudi hanya kebagian 17 persen dari seluruh wilayah Palestina. Setahun kemudian, pada 14 Mei 1948, David Ben Gurion mendeklarasikan berdirinya negara Israel. 

Amro menyampaikan bukti lain soal klaim tidak pernah ada yang namanya Israel yakni iklan penerbangan maskapai Air France, KLM, dan tanda pembatas wilayah antara Mesir dan Palestina. 

Juga ada bukti iklan layanan kereta Palestine Railways, menghubungkan ke semua wilayah Palestina dan antara Palestina ke Transyordania, Mesir, dan Suriah. "Jalur kereta ini dibangun pada 1890-an oleh Kekhalifahan Usmaniyah, kenudian diperluas oleh Inggris setelah 1920 untuk kepentingan militer dan konsolidasi mandat," tulis Amro.

Sebelum 1948, juga ada bus melayani rute Kairo (Mesir) -Yerusalem (Palestina). 

Sejarawan dari Universitas New York Arasy Azizi bilang gerakan Zionis masih memakai nama Palestina hingga 1948. "Golda Meir kerap kali mengatakan, 'Kami semua orang Palestina. Saya masih memiliki paspor Palestina," ujarnya. 

Tiga kali Perang Arab-Israel pada 1948, 1967, dan 1973 membikin wilayah Israel kian luas: dari 17 persen sekarang menjadi 78 persen. Bahkan bisa disebut 88 persen lantaran pembangunan Tembok Pemisah di Tepi Barat merampas sepuluh persen wilayah Palestina. 

Pengakuan Amerika Serikat terhadap Yerusalem secara keseluruhan (Yerusalem Barat dan Timur) sebagai ibu kota Israel dan tidak ada gebrakan luar biasa dari 57 pemimpin negara muslim tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) telah membalikkan keadaan: tidak pernah ada yang namanya negara Palestina. 

 

 

Ratusan warga Palestina bersiap untuk berbuka puasa dengan makanan sumbangan dari masyarakat Indonesia disalurkan melalui KBRI Amman, 25 Mei 2018. (Albalad.co)

Israel berdaulat atas seluruh wilayah Yerusalem versi proposal damai Trump

Palestina akan diberi status negara dengan syarat tidak ada milisi di Jalur Gaza dan Palestina mengakui Israel sebagai negara Yahudi dengan Ibu Kota Yerusalem.

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

18 ribu rumah warga Palestina di Yerusalem Timur terancam dirobohkankan Israel

Kebijakan perobohan rumah-rumah orang Palestina merupakan strategi Israel untuk memperluas permukiman Yahudi dan mengubah kondisi geografis di Yerusalem Timur. 

Ketua Komite Hubungan Luar negeri dan Pertahanan Nasional Kongres Brasil Eduardo Bolsonaro berpose bareng Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan istri, Sara Netanyahu sebelum peresmian kantor dagang Brasil di yerusalem, 15 Desember 2019, (Twitter/@IsraeliPM)

Brasil buka kantor dagang di Yerusalem

Brasil berkomitmen memindahkan kedutaannya ke Yerusalem tahun depan.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Israel setujui pembangunan Kedutaan Amerika di Yerusalem

Berlokasi dalam wilayah antara Yerusalem Barat dan perbatasan Israel pada 1948.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Israel berdaulat atas seluruh wilayah Yerusalem versi proposal damai Trump

Palestina akan diberi status negara dengan syarat tidak ada milisi di Jalur Gaza dan Palestina mengakui Israel sebagai negara Yahudi dengan Ibu Kota Yerusalem.

24 Januari 2020

TERSOHOR