palestina

Pengakuan anggota Hamas membelot ke Israel

Izzudin Husain bilang masih memiliki satu peluru kendali anti-jet tempur di rumahnya di Jalur Gaza. Hamas telah memerintahkan dia menembakkan senjata itu kalau ada helikopter Israel mendekat.

01 Agustus 2020 13:52

Satu lagi anggota Hamas membelot ke Israel. Shin Beth (dinas rahasia dalam negeri Israel) Kamis pekan lalu mengumumkan pengakuan komandan unit penembak peluru kendali dalam Brigade Izzudin al-Qassam (sayap militer Hamas) itu.

Kepada Shin Beth, Izzudin Husain bilang masih memiliki satu peluru kendali anti-jet tempur di rumahnya di Jalur Gaza. Hamas telah memerintahkan dia menembakkan senjata itu kalau ada helikopter Israel mendekat.

Husain, 24 tahun, menyeberang ke Israel pada 28 Juni dengan cara berenang. Dia nekat melakukan itu karena ada masalah keluarga dan khawatir bakal diadili dan dipermalukan para tokoh senior Hamas.

Tiba di perairan Israel, dia ditangkap oleh pasukan angkatan laut negara Zionis itu dan diserahkan ke Shin Beth untu diinterogasi.

Sila baca: Mata-mata Gaza

Menurut Shin Beth melalui keterangan tertulis, Izzudin mendaftar menjadi anggota Brigade Al-Qassam pada 2013. Dia kemudian mulai ditugaskan ke divisi pertahanan udara pada 2018 hingga menjadi komandan unit penembak peluru kendali. "Pengalaman Husain di Hamas dan pengetahuannya sangat luas...merupakan informasi intelijen sangat berharaga buat Shin Beth."

Berdasarkan hasil investigasi Shin Beth itu, sebuah dakwaan telah diajukan terhadap Husain di Pengadilan Distrik Beersheba, selatan Israel.

Yahya Sinwar menggantikan Ismail Haniyah sebagai pemimpin Hamas di Gaza. (khaledsafi.com)

Pemimpin Hamas di Gaza Yahya Sinwar terinfeksi Covid-19

Amerika pada 2015 menetapkan Sinwar sebagai teroris global istimewa.

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

Hamas tahan tiga aktivis lantaran berbincang dengan orang Israel

Hamas menetapkan hubungan dengan orang Israel adalah sebuah kejahatan dan pelakunya diancam hukuman penjara atau mati kalau terbukti menjadi informan atau mata-mata bagi negara Zionis itu.

Ismail Haniyah terpilih sebagai Kepala Biro Politik Hamas pada 6 Mei 2017, menggantikan Khalid Misyaal. (Al-Manar)

Pemimpin Hamas bertemu pemimpin Hizbullah di Beirut

Sejak meninggalkan Jalur Gaza akhir tahun lalu, Haniyah sudah berkunjung ke Iran, Irak, Turki, dan terakhir Libanon. Dia kini menetap di Ibu Kota Doha, Qatar.

Suasana dalam terowongan menghubungkan Mesir dan Jalur Gaza di perbatasan Rafah, 21 Oktober 2012. (faisal assegaf/albalad.co)

Pemimpin Hamas akui satu anggotanya membelot ke Israel

Para pejabat Hamas mengklaim awal bulan ini, mereka telah membekuk jaringan informan Israel di Gaza ingin melancarkan sabotase.





comments powered by Disqus