palestina

Pemilik klub bola Chelsea sumbang fulus Rp 1,5 triliun bagi pemukim Yahudi di Yerusalem Timur

Dengan fulus itu, Elad melakukan penggalian arkeologis di Yerusalem Timur dan membeli rumah-rumah serta tanah milik warga Palestina untuk disewa atau dijual lagi kepada warga Yahudi.

22 September 2020 09:26

Roman Abramovich, pemilik klub Liga Primer Inggris Chelsea FC, telah menyumbang fulus senilai hampir 350 juta shekel (kini setara Rp 1,5 triliun) ke Elad, organisasi mendukung para pemukim Yahudi dan pembangunan Kota Daud di Yerusalem Timur, Palestina.

Dengan fulus itu, Elad melakukan penggalian arkeologis di Yerusalem Timur dan membeli rumah-rumah serta tanah milik warga Palestina untuk disewa atau dijual lagi kepada warga Yahudi untuk meningkatkan jumlah mereka di sana.

Sila baca: UEA beli tanah dan properti dekat Al-Aqsa untuk dijual lagi ke warga Israel

Informasi ini bocor ke publik akhir pekan ini lewat beragam dokumen FinCEN dilansir situs berita BuzzFeed, berbagi dengan ICIJ (Konsorsium Wartawan Investigasi Internasional) dan 108 media dan sekitar 400 jurnalis di seluruh dunia, termasuk reporter Israel Uri Blau dan Shomrim, the Center for Media and Democracy.

Donasi dari konglomerat Rusia berdarah Yahudi itu dilansir oleh BBC News berbahasa Arab.

Menurut laporan itu, sumbangan dari Abramovich buat Elad berasal dari empat perusahaan cangkang di negara suaka pajak British Virgin Islands. Tiga perusahaan dimiliki oleh Abramovich dan perusahaan keempat dikontrol oleh dirinya.

Donasi Abramovich sebanyak Rp 1,5 triliun itu setara dengan setengah dari total sumbangan diterima Elad sepanjang 2015-2018, seperti dilansir Haaretz. Ini menjadikan Abramovich sebagai penyumbang dana terbesar bagi Elad.

Menanggapi laporan BBC News itu, perwakilan dari Abramovich menekankan majikannya ini merupakan pendukung Israel dan masyarakat sipil Yahudi dermawan dan memegang teguh janjinya. "Dia telah menyumbang lebih dari US$ 500 juta untuk membantu layanan kesehatan, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan komunitas-komunitas Yahudi di Israel dan seluruh dunia," ujarnya.

Abramovich menjadi orang paling tajir di Israel setelah pindah ke negara Zionis itu dua tahun lalu setelah izin tinggalnya di London bermasalah. Dia telah menerima kartu identitas warga negara Israel berdasarkan Undang-undang Pulang, mengizinkan semua warga Yahudi dari negara mana saja untuk menjadi warga Israel.

Sila baca: Abramovich resmi jadi warga negara Israel

Lelaki berharta US$ 12,2 miliar versi majalah Forbes ini adalah menempati peringkat 113 dalam daftar orang terkaya sejagat. Dia mempunyai setidaknya tiga rumah di Israel. Alamat tempat tinggal resminya di Jersey, the Channel Islands, meski dia tidak pernah bermukim di sana.

 

Dea, 2 tahun, menghadiri Aksi Islam Bela Al-Aqsa bareng ibunya di lapangan Monumen Nasional, Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pejabat senior Palestina dirawat di rumah sakit Israel karena terinfeksi Covid-19

Erekat dibawa ke Rumah Sakit Hadassah kemarin sore dalam keadaan parah dan memerlukan bantuan oksigen untuk pernapasan.

Pemimpin senior Hamas Muhammad Saleh al-Khoudari, 81 tahun, ditahan di Arab Saudi sejak April 2019. (Screengrab)

Amnesty minta Raja Salman bebaskan pemimpin Hamas ditahan di Saudi

68 warga Palestina dan Yordania ditahan di Arab Saudi didakwa bergabung dengan organisasi teroris.

Demonstrasi menolak rencana pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem berlangsung di Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Uni Eropa: Bantuan buat Palestina baru diberikan kalau mau bekerjasama dengan Israel

Beberapa pekan terakhir, Palestina telah meminta pinjaman darurat kepada Uni Eropa dan sejumlah negara Eropa untuk membayar gaji pegawai dan aparat keamanannya.

Pangeran Bandar bin Sultan, Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat pada 1983-2005. (BBC)

Pangeran Arab Saudi kecam para pemimpin Palestina

Menurut Pangeran Bandar, reaksi dari Hamas dan pemerintah Palestina menunjukkan kegagalan mereka dalam memperjuangkan nasib bangsa Palestina.





comments powered by Disqus