palestina

Bantuan negara-negara Arab buat Palestina anjlok 85 persen

Secara keseluruhan, pendapatan Palestina anjlok 70 persen tahun ini.

24 September 2020 07:08

Selain pandemi virus corona Covid-19 menguras energi semua negara, para pejabat Palestina merasa normalisasi hubungan negara-negara Arab Teluk dengan Israel telah menyebabkan Palestina tidak memperoleh bantuan keuangan dari dunia Arab sejak Maret lalu.

Data dari Kementerian Keuangan Palestina menunjukkan negara ini tidak mendapat bantuan dari negara-negara Arab sejak Maret lalu, seperti dilansir the New Arab. Selain itu, sokongan keuangan dari negara-negara lain juga melorot 50 persen.

Secara keseluruhan, pendapatan Palestina anjlok 70 persen tahun ini.

Dalam tujuh bulan pertama tahun ini, pendanaan bagi Palestina dari negara-negara non-Arab turun nyaris 50 persen, dari US$ 500 juta pada 2019 menjadi US$ 255 juta di 2020. Pada periode sama, donasi asal negara-negara Arab berkurang 85 persen, dari US$ 267 juta di 2019 menjadi US$ 38 juta pada 2020.

Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki menuding sebagian besar negara Arab tidak menaati keputusan dihasilkan dalam beberapa Konferensi Tingkat Tinggi Liga Arab soal dana pengaman bagi Palestina US$ 100 juta saban tahun.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pernah bilang kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu: dirinya telah meminta kepada negara-negara Arab supertajir untuk tidak memberikan bantuan fulus bagi Palestina, seperti dilansir Al-Araby al-Jadeed.

Panglima Brigade Izzudin al-Qassam Muhammad Daif. (www.rtl.fr)

Pemimpin Brigade Al-Qassam ancam Israel jika pengusiran terhadap warga Palestina berlanjut

Sejumlah keluarga Palestina di Yerusalem Timur diusir dari rumah mereka oleh para pemukim Yahudi.

Presiden Palestina Mahmud Abbas di Rumah Sakit Istisyari Arab di Kota Ramallah, Tepi Barat, pada 21 Mei 2018. (Twitter)

Abbas tetapkan keadaan darurat selama 30 hari

Palestina terakhir kali melangsungkan pemilihan parlemen pada 25 Januari 2006 dan dimenangkan oleh Hamas. Sedangkan pemiihan presiden dilakukan pada 2005 setelah Presiden Yasir Arafat wafat.

Logo Hamas. (Albalad.co)

Hamas: Abbas dan Fatah berkhianat dan lakukan kudeta karena batalkan pemilihan umum

Hamas menekankan tidak perlu izin Israel buat menggelar pemilihan umum di Yerusalem Timur.

Presiden Palestina saat berpidato mengenai pandemi Covid-19 di kantornya, di Kota Ramallah, Tepi Barat, Palestina, 5 Mei 2020. (Times of Israel)

Abbas batalkan rencana pemilihan umum Palestina

Keputusan Abbas itu akan kian memperdalam perpecahan di kalangan faksi Palestina dan bahkan bakal terjadi revolusi.





comments powered by Disqus