palestina

Hamas tahan tiga aktivis lantaran berbincang dengan orang Israel

Hamas menetapkan hubungan dengan orang Israel adalah sebuah kejahatan dan pelakunya diancam hukuman penjara atau mati kalau terbukti menjadi informan atau mata-mata bagi negara Zionis itu.

26 September 2020 02:17

Dalam pengadilan militer digelar Kamis lalu di Kota Gaza, tim jaksa Hamas menyatakan tiga aktivis Palestina ditahan sejak April lalu dengan dakwaan melemahkan semangat perjuangan terhadap Israel. Mereka terancam hukuman bertahun-tahun dalam penjara.

Ketiganya dibekuk awal April lalu lantaran berkomunikasi dengan warga Israel melalui konferensi video. Salah satunya bernama Rami Aman, 38 tahun, aktivis perdamaian menggelar konferensi video bertajuk Skype With Your Enemy.

Dia bilang ingin mengkampanyekan berbicara dengan orang Israel itu seharusnya tidak dilarang. "Kalau saya pergi ke jalan-jalan dan mengatakan kepada orang-orang, 'mari berbicara dengan seorang warga Israel,' ribuan orang bakal hadir di sini," kata Aman selama konferensi video dalam bahasa Inggris.

Hamas selama ini melarang warga di Jalur Gaza berkomunikasi atau menjalin hubungan dalam segala bentuk dengan warga Israel. Hamas menerapkan aturan yakni berhubungan dengan orang Israel adalah sebuah kejahatan dan pelakunya diancam hukuman penjara atau mati kalau terbukti menjadi informan atau mata-mata bagi negara Zionis itu.

Menurut the Palestinian Centre for Human Rights, menjadi kuasa hukum ketiga pegiat perdamaian itu, Aman dan tujuh koleganya dibekuk tidak lama setelah konferensi video dengan warga Israel rampung. Lima dari tujuh temannya kemudian dibebaskan.

Ketiga aktivis ditahan Hamas ini merupakan anggota dari Komite Pemuda Gaza, organisasi mengkampanyekan inisiatif-inisiatif perdamaian. Komite ini juga bagian dari Aliansi Perdamaian Timur Tengah, sebuah koalisi dari beragam organisasi non-pemerintah Israel dan Arab.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah saat mengunjungi kamp pengungsi Palestina di Libanon pada 6 September 2020. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Pemimpin Hamas diprediksi menang dalam pemilihan presiden Palestina

Hamas menang dalam pemilihan legislatif pada Januari 2006. Tapi pemerintahan dipimpin Perdana Menteri Haniyah bubar di Juni 2007.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah saat mengunjungi kamp pengungsi Palestina di Libanon pada awal September 2020. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas setuju dialog nasional dan tiga pemilihan umum digelar berurutan

Palestina menggelar pemilihan umum parlemen terakhir kali pada Januari 2006 dan dimenangkan Hamas namun Amerika Serikat, Israel, dan Fatah tidak mengakui hasil itu.

Warga Gaza mencoret poster mendiang komandan Brigade Quds Mayor Jenderal Qasim Sulaimani dipasang di jalan di Gaza. (Twitter)

Warga Gaza turunkan poster mendiang Qasim Sulaimani dipasang Hamas

Pemimpin pasukan elite Iran itu tewas oleh serangan pesawat nirawak Amerika Serikat pada 3 Januari tahun ini di luar Bandar Udara Internasional Baghdad.

Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misyaal saat diwawancarai Faisal Assegaf dari Albalad.co di Ibu Kota Kuala Lumpur, Malaysia, November 2013. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Sudan cabut kewarganegaraan pemimpin Hamas

Di era Umar al-Basyir, Hamas memakai Sudan sebagai basis untuk mengirim persenjataan dari Iran ke Jalur Gaza.   





comments powered by Disqus