palestina

Tunggu calon suami bebas dari penjara, gadis Palestina baru menikah 18 tahun kemudian

"Saya tidak pernah kehilangan harapan, cinta kami pada akhirnya akan menang, kata Jinan.

03 Oktober 2020 14:38

Pernikahan Jinan Samara pada Jumat pertama bulan ini mengaduk emosi. Dia rela menunggu 18 tahun sampai calon suaminya, Abdil Karim Mukhadar, dibebaskan dari penjara Israel.

Mukhadar, 49 tahun, keluar dari penjara Majiddo di Tepi Barat pada Ahad atau lima hari sebelum akad nikah dilaksanakan. Jinan menyambut tunangannya itu di pos militer Israel dengan pelukan dan seikat bunga.

"Saya tidak pernah kehilangan harapan, cinta kami pada akhirnya akan menang, kata Jinan kepada Arab News. Kesetiaannya menunggu Mukhadar mendapat sokongan dari keluarga.

Selama Mukhadar di balik terali besi, pengawas sekolah di Kementerian Pendidikan Palestina ini datang berkunjung kalau mendapat izin dari Israel. Atas dorongan calon istri, Mukhadar berhasil meraih gelar magister bidang studi Israel di Universitas Al-Quds.

Di malam pertama kebebasannya, Mukhadar dan Jinan begadang membahas rencana pernikahan mereka. Dia menekankan tidak akan pernah melupakan kesetiaan dan pengorbanan Jinan. "Perempuan Palestina, seperti kaum lelakinya, selalu menjadi korban penjajahan dan ketidakadilan Israel," ujar Mukhadar.

Setelah menikah, Mukhadar bertekad mencapai gelar doktor politik ekonomi sebelum berjuang bagi kebebasan tahanan Palestina lainnya.

Saat ini terdapat sekitar lima ribu warga Palestina, termasuk wanita dan anak-anak, mendekam dalam penjara Israel.

Anggur Pompeo dari perkebunan anggur Pompeo di permukiman Yahudi Psagot di Tepi Barat, Palestina. (Twitter)

Amerika izinkan produk dari permukiman Yahudi di Tepi Barat dilabeli Buatan Israel

Padahal setelah Perang Enam Hari 1967, semua pemerintahan Amerika memandang Tepi Barat dan Golan adalah daerah jajahan Israel dan menganggap semua permukiman Yahudi di kedua wilayah ini ilegal.

Seorang lelaki berjalan melewati mural pengingat peristiwa Nakbah menjelang beridirnya negara Israel di Kota Gaza, Senin, 22 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Mayoritas rakyat Saudi anggap negara Israel tidak berhak ada

Lebih banyak rakyat Saudi menganggap Israel ketimbang Iran sebagai ancaman terbesar bagi kestabilan dan perdamaian di Timur Tengah.

Juru runding senior Palestina Saeb Erekat wafat pada Selasa, 10 November 2020. (Twitter)

Juru runding senior Palestina Saeb Erekat wafat

Erekat pernah membikin marah perdana menteri Israel karena tampil dengan kafiyah bermotif kotak-kotak hitam putih.

Satu keluarga miskin di Kota Gaza bepergian menggunakan gerobak keledai, 22 Otober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Empat tahun mengerikan bagi Palestina di era Trump

Manuver-manuver politik Trump mestinya menjadi pelajaran berharga bagi pemimpin dari negara-negara berpenduduk mayoritas muslim bagaimana seharusnya mendukung sahabat.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Amerika izinkan produk dari permukiman Yahudi di Tepi Barat dilabeli Buatan Israel

Padahal setelah Perang Enam Hari 1967, semua pemerintahan Amerika memandang Tepi Barat dan Golan adalah daerah jajahan Israel dan menganggap semua permukiman Yahudi di kedua wilayah ini ilegal.

20 November 2020

TERSOHOR