palestina

Uni Eropa: Bantuan buat Palestina baru diberikan kalau mau bekerjasama dengan Israel

Beberapa pekan terakhir, Palestina telah meminta pinjaman darurat kepada Uni Eropa dan sejumlah negara Eropa untuk membayar gaji pegawai dan aparat keamanannya.

08 Oktober 2020 00:43

Uni Eropa telah memberikan ultimatum kepada Presiden Palestina Mahmud Rida Abbas, bantuan tambahan baru akan diberikan kalau Palestina bersedia menerima uang hasil pungutan pajak dari Israel dan memulai lagi koordinasi keamanan dengan negara Zionis itu.

Atas nama Palestina, Israel memungut pajak dan saban bulan mencapai US$ 150 juta. Sejak Mei lalu, Palestina menolak menerima jatah pajak kini mencapai US$ 750 juta sebagai protes atas rencana negara Bintang Daud itu menganeksasi permukiman Yahudi di Tepi Barat.

Menurut sejumlah diplomat Eropa dan pejabat Israel kepada Axios, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Joseph Borrell kemarin menelepon Abbas. "Sampai Palestina mau menerima lagi pendapatan pajaknya dari Israel, Uni Eropa tidak akan memberikan pinjaman atau bantuan keuangan lainnya," kata beberapa diplomat Eropa.

Selain itu, Borrell mendesak Abbas untuk kembali berkoordinasi dengan pihak keamanan dan sipil Israel. Tapi Abbas tidak memberikan komitmennya untuk memenuhi kedua syarat itu.

Sejumlah pejabat Israel mengungkapkan Mesir dan Yordania menyampaikan pesan serupa kepada Abbas.

Beberapa pekan terakhir, Palestina telah meminta pinjaman darurat kepada Uni Eropa dan sejumlah negara Eropa untuk membayar gaji pegawai dan aparat keamanannya. Namun Uni Eropa, Jerman, Inggris dan Norwegia menegaskan Palestina harus mau menerima pendapatan pajak sebesar US$ 750 juta kini di tangan Kementerian Keuangan Israel. Sebab Netanyahu sudah menyatakan aneksasi Tepi Barat ditunda.

Abbas menolak kecuali Israel mau memberikan komitmen secara tertulis tapi Netanyahu menolak permintaan Abbas itu.

Kedutaan besar Amerika Serikat di Yerusalem. (Lobe Log)

Biden tidak akan pindahkan Kedutaan Amerika dari Yerusalem

Saat ini hanya Amerika dan Guatemala membuka kedutaan di Yerusalem. 

Satu keluarga miskin di Kota Gaza bepergian menggunakan gerobak keledai, 22 Otober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Mayoritas rakyat Palestina yakin tidak akan ada negara Palestina

Sekitar 48 persen warga Palestina mendukung perlawanan bersenjata dan Intifadah dalam menghadapi penjajah Israel.

Demonstrasi menolak rencana pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem berlangsung di Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Surat kabar Kuwait minta maaf karena pakai kata 'Israel' bukan 'Zionis'

Manajemen Al-Qabas menekankan akan terus membela bangsa Palestina di media hingga huruf penghabisan.

Serdadu Israel tidak membalas lemparan bom molotov yang dilakukan oleh seorang lelaki Palestina. Kejadian ini berlangsung pada 19 Desember 2020 di permukiman Yahudi Kadumim, Tepi Barat, Palestina. (Video screenshot)

Serdadu Israel tidak membalas meski dilempar bom molotov oleh lelaki Palestina

Lelaki Palestina ini langsung kabur ke mobilnya. Sedangkan tentara Israel menjadi sasaran molotov membiarkan pelaku.





comments powered by Disqus