palestina

Amnesty minta Raja Salman bebaskan pemimpin Hamas ditahan di Saudi

68 warga Palestina dan Yordania ditahan di Arab Saudi didakwa bergabung dengan organisasi teroris.

09 Oktober 2020 10:36

Amnesty International menyerukan kepada Raja Arab Saudi Salan bin Abdul Aziz untuk segera membebaskan pemimpin Hamas Muhammad Saleh al-Khudari dan putranya, Hani, ditahan di negara Kabah itu sejak April tahun lalu.

Sila baca: Arab Saudi tahan pemimpin senior Hamas

Melalui Twitter Senin lalu, Amnesty mendesak pembebasan keduanya tanpa syarat. "Selama di penjara, Dr Muhammad al-Khudari dan anaknya Hani al-Khudari dilanggar hak-hak asasinya, termasuk penghilangan paksa, penahanan semena-mena, dan tidak boleh berkomunikasi dengan keluarga atau pengacara."

Amnesty menambahkan Muhammad dan Hani juga tidak didampingi pengacara sejak mereka ditangkap. Keduanya diadili oleh pengadilan kejahatan khusus Ahad pekan lalu.

Menurut Amnesty, nyawanya Muhammad al-Khudari terancam karena dia membutuhkan perawatan untuk penyakit kanker dia derita. Selain itu, usianya telah 81 tahun membikin lelaki ini rawan terinfeksi virus corona Covid-19.

Al-Khudari sudah menetap di Jeddah hampir tiga dasawarsa. Selama dua dekade terakhir, dia bertanggung jawab mengelola hubungan antara Hamas dan Arab Saudi.

Amnesty bilang Al-Khudari dan putranya sudah dihadapkan ke pengadilan pada 8 Maret lalu sebagai bagian dari peradilan massal terhadap 68 warga Palestina dan Yordania menjadi pendukung Hamas. Dakwaan kepada mereka adalah bergabung dengan organisasi teroris dan mengembangkan lembaga-lembaga mendanai Hamas.

 

Satu keluarga miskin di Kota Gaza bepergian menggunakan gerobak keledai, 22 Otober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Bisnis donasi di Jalur Gaza

Banyak individu dan komunitas di Gaza sudah ditangkap karena secara ilegal meminta sumbangan lewat Facebook buat disalurkan ke warga membutuhkan.

Suasana dalam Penjara Ketziot di Israel jelang penyiksaan terhadap 55 tahanan Palestina. (Screencapture/Hamas)

10 sipir Israel siksa 55 tahanan Palestina, tidak ada yang ditangkap dan kasus ditutup

Namun hanya empat sipir diperiksa dan kasus ditutup dengan alasan identitas para pelaku tidak jelas.

Ismail Haniyah terpilih sebagai Kepala Biro Politik Hamas pada 6 Mei 2017, menggantikan Khalid Misyaal. (Al-Manar)

Pemimpin Hamas berencana kunjungi Iran dan Libanon

Sehabis Perang Gaza berlangsung 10-20 Mei, Haniyah secara terbuka berterima kasih atas sokongan dana, senjata, dan pelatihan dari Iran. 

Buldoser Israel membongkar sebuah rumah milik warga Palestina di kawasan Silwan, Yerusalem Timur, Palestina. (Albalad.co)

Israel beritahu 1.500 keluarga Palestina di Yerusalem harga bongkar rumah Rp 123 juta

Mereka diberi waktu 21 hari untuk menerima tawaran itu.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Bisnis donasi di Jalur Gaza

Banyak individu dan komunitas di Gaza sudah ditangkap karena secara ilegal meminta sumbangan lewat Facebook buat disalurkan ke warga membutuhkan.

12 Juni 2021

TERSOHOR