palestina

Amerika izinkan produk dari permukiman Yahudi di Tepi Barat dilabeli Buatan Israel

Padahal setelah Perang Enam Hari 1967, semua pemerintahan Amerika memandang Tepi Barat dan Golan adalah daerah jajahan Israel dan menganggap semua permukiman Yahudi di kedua wilayah ini ilegal.

20 November 2020 19:42

Setelah kemarin mengunjungi permukiman Yahudi di Psagot, Tepi Barat, Palestina, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengumumkan negaranya mengizinkan produk-produk dari semua permukiman Yahudi di Tepi Barat boleh diberi label Buatan Israel.

Keputusan ini sekaligus pengakuan terhadap aneksasi Israel secara de facto atas permukiman-permukiman Yahudi di Tepi Barat. Hal itu merupakan pelanggaran terhadap Perjanjian Ibrahim, diteken oleh Uni Emirat Arab dan Israel pada 15 September, salah satunya berisi penundaan terhadap aneksasi Israel di Tepi Barat.

Belum diketahui apakah Gedung Putih menyetujui keputusan Pompeo itu.

Pompeo menjadi menteri luar negeri Amerika pertama melawat ke permukiman yahudi di tepi barat. Di permukiman Psagot, terdapat perkebunan anggur diberi nama Pompeo, untuk menghormati keputusannya menyebut permukiman Yahudi di Tepi barat tidak menabrak hukum internasional.

"Adalah sebuah anugerah bisa berada di sini, Judea dan Samaria," tulis Pompeo di buku tamu permukiman Psagot, menggunakan nama Ibrani buat Tepi Barat. "Semoga saya bukan menteri luar negeri terakhir berkunjung ke daerah indah ini."

Pompeo bilang produk-produk dari permukiman Yahudi di Tepi Barat wajib dilabeli Buatan Israel jika mau diekspor ke Amerika. Sedangkan barang-barang dihasilkan warga Palestina harus dilabeli terpisah Buatan Tepi Barat atau Buatan Gaza. Alasannya dua wilayah Palestina ini terpisah.

Hukum internasional menganggap semua permukiman Yahudi di Tepi Barat ilegal. Tapi Pompeo November tahun lalu menetapkan permukiman Yahudi di sana tidak melanggar hukum internasional.

Dari permukiman Yahudi di Tepi Barat, Pompeo melanjutkan lawatannya ke Dataran Tinggi Golan, tahun lalu dinyatakan oleh Amerika sebagai wilayah kedaulatan Israel. "Ini (Golan) adalah bagian dari Israel dan jantung dari Israel," ujar Pompeo.

Padahal setelah Perang Enam Hari 1967, semua pemerintahan Amerika memandang Tepi Barat dan Golan adalah daerah jajahan Israel dan menganggap semua permukiman Yahudi di kedua wilayah ini ilegal.

Pada 1995, pemerintahan Amerika dipimpin Presiden Bill Clinton mewajibkan semua barang dari permukiman Yahudi di Tepi Barat dilabeli Buatan Tepi Barat, namun aturan ini tidak serius dijalankan.

Di 2016, pemerintahan Presiden Amerika Barack Obama menerbitkan kebijakan serupa dan memperingatkan jika diberi label Bikinan Israel maka bakal didenda.

Seorang lelaki berjalan melewati mural pengingat peristiwa Nakbah menjelang beridirnya negara Israel di Kota Gaza, Senin, 22 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Profesor asal Israel sebut negaranya rezim kolonial dan apartheid

"Israel akan selalu memandang orang-orang Palestina sebagai alien dan ganjalan untuk membangun negara Yahudi sejahtera di sebagian besar wilayah Palestina," kata Pappe.

Foto Marwan Barghuti. (Qassam Barghuti buat Albalad.co)

Legenda Palestina dalam penjara

Jika Abbas tidak mencalonkan diri lagi dalam pemilihan presiden, 37 persen rakyat Palestina menganggap Barghuti cocok sebagai pengganti dan 23 persen memilih Haniyah.

Kedutaan besar Amerika Serikat di Yerusalem. (Lobe Log)

Biden tidak akan pindahkan Kedutaan Amerika dari Yerusalem

Saat ini hanya Amerika dan Guatemala membuka kedutaan di Yerusalem. 

Satu keluarga miskin di Kota Gaza bepergian menggunakan gerobak keledai, 22 Otober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Mayoritas rakyat Palestina yakin tidak akan ada negara Palestina

Sekitar 48 persen warga Palestina mendukung perlawanan bersenjata dan Intifadah dalam menghadapi penjajah Israel.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

bocah gaza

Profesor asal Israel sebut Netanyahu adalah penjahat perang

Perang Gaza pada 2014 menewaskan 2.310 warga Palestina serta 73 orang dari pihak Israel, termasuk 67 tentara dan satu orang Thailand.

25 Februari 2021

TERSOHOR