palestina

Lebih banyak negara mengakui Israel ketimbang Palestina

Saat ini terdapat sekitar 13 juta warga Palestina dan 14,7 juta orang Yahudi di berbagai negara.

07 Desember 2020 23:05

Sampai sekarang lebih banyak negara mengakui Israel ketimbang Palestina. Dari 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebanyak 162 negara (84 persen) mengakui negara Zionis itu.

Sedangkan jumlah negara mengakui Palestina sebagai negara merdeka dan berdaulat baru 138 (72 persen).

Ada sebagian negara mengakui keduanya. Ada pula yang hanya mengakui Israel atau Palestina saja.

Menurut Biro Pusat Statistik Palestina, saat ini terdapat sekitar 13 juta warga Palestina. Dari angka ini, tiga juta orang hidup di Tepi Barat dan yerusalem Timur, dua juta di Jalur Gaza, dan 1,9 juta menetap di Israel. Sedangkan 5,6 juta orang Palestina bermukim di negara-negara Arab dan 700 ribu lainnya di beragam negara.

Biro Pusat Statistik Israel mencatat sekarang ini ada sekitar 14,7 juta orang Yahudi di seluruh dunia. Dari jumlah itu, 6,7 juta hidup di Israel, 5,7 juta di Amerika Serikat, 450 ribu di Prancis, 392 ribu di Kanada, dan 1,5 juta lainnya di berbagai negara, termasuk Iran.

Pemimpin Hamas Musa Abu Marzuq. (Algulf.net)

Pemimpin Hamas: Iran paling banyak membantu Hamas

Abu Marzuq menekan semua negara membantu Hamas terbatas, sedangkan Iran satu-satunya menolong melewati batas.

Para aktivis pembela Palestina mendirikan tenda di kawasan Syekh Jarrah, Yerusalem Timur, Palestina. (Maydan al-Quds)

Bennett tidak akan usir sejumlah keluarga Palestina dari rumah mereka di Syekh Jarrah

The Nahalat Shimon Company mampu membuktikan di pengadilan mereka memiliki dokumen kepemilikan sah atas keempat rumah itu memang milik orang-orang Yahudi lari ketika terjadi Perang Arab -Israel pada 1948.

Pemimpin Hamas di Jalur Gaza Yahta Sinwar meninjau kerusakan akibat Perang Gaza pada Mei 2021. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas: Kerugian akibat Perang Gaza sekitar Rp 6,9 triliun

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid menekankan solusi dua negara tidak memungkinkan saat ini. "Kami tidak bisa diminta ambil bagian dalam membangun sebuah negara mengancam keselamatan kami."

Abdullah Kamil, Gubernur Provinsi Salfit di Tepi Barat, Palestina. (Jerusalem Post)

Gubernur di Palestina perintahkan iklan komersial dan papan nama toko berbahasa Ibrani diganti bahasa Arab

Para pebisnis dan pemilik toko di Provinsi Salfit itu diberi waktu sepekan untuk melaksanakan instruksi ini.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Sejumlah toko di Gaza jual barang bantuan kemanusiaan PBB

Di toko Abu al-Khair sekantong gandum dijual seharga Rp 156 ribu, sekaleng susu (Rp 40.100), hummus (Rp 13.350), kacang lentil atau miju-miju (Rp 11.100), dan dua kilogram telur senilai Rp 35.650.

04 Agustus 2021

TERSOHOR