palestina

Israel curi 549.968 hektare tanah milik orang Palestina

Dari luas tanah dicuri oleh Israel ini, ada 210 ribu pemilik dan terdiri dari 540 ribu petak. Tanah seluas 549.968 hektare itu tercantum dalam sekitar enam ribu peta terbitan Inggris.

13 Desember 2020 17:19

Warga Palestina saat ini bisa mengakses pusat data berisi tanah-tanah siapa saja telah dicuri dalam proses pembentukan Israel pada 1948.

Menurut Ketua Yayasan Yasir Arafat Nasir Qudwah, hingga kini data terkumpul menunjukkan terdapat 549.968 hektare tanah milik pengungsi, gereja, lembaga wakaf Palestina, dan orang-orang non-Palestina saat itu bermukim di wilayah sebelum Israel berdiri. "Hari ini (Jumat), kami memutuskan untuk membuka catatan-catatan bagi tiap warga Palestina untuk dapat mengecek properti mereka dan dalam kasus tertentu, bisa mendapatkan bukti kepemilikan," katanya.

Dari luas tanah dicuri oleh Israel ini, ada 210 ribu pemilik dan terdiri dari 540 ribu petak. Tanah seluas 549.968 hektare itu tercantum dalam sekitar enam ribu peta terbitan Inggris, menguasai Palestina sebelum negara Zionis diresmikan pada 14 Mei 1948.

Pusat data properti Palestina ini merupakan hasil kerja dari Komisi Konsiliasi, dibentuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa berdasarkan Resolusi 194 disahkan pada 11 Desember 1948. Komisi Konsiliasi itu diisi perwakilan dari Amerika Serikat, Prancis, dan Turki.

Bertahun-tahun data itu dirahasiakan, namun salinannya dibagikan kepada pemerintah Israel, Yordania, Mesir, Suriah, Liga Arab, dan PLO (Organisasi Pembebasan Palestina).

Pusat data properti Palestina ini akan terus bekerja merekam tanah dan properti kepunyaan orang Palestina dirampas Israel.

Pemimpin Hamas di Jalur Gaza Yahta Sinwar meninjau kerusakan akibat Perang Gaza pada Mei 2021. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas: Kerugian akibat Perang Gaza sekitar Rp 6,9 triliun

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid menekankan solusi dua negara tidak memungkinkan saat ini. "Kami tidak bisa diminta ambil bagian dalam membangun sebuah negara mengancam keselamatan kami."

Abdullah Kamil, Gubernur Provinsi Salfit di Tepi Barat, Palestina. (Jerusalem Post)

Gubernur di Palestina perintahkan iklan komersial dan papan nama toko berbahasa Ibrani diganti bahasa Arab

Para pebisnis dan pemilik toko di Provinsi Salfit itu diberi waktu sepekan untuk melaksanakan instruksi ini.

Tulisan lan narhal (dalam bahasa Arab berarti kami tidak akan pergi) dipasang di sebuah papan penunjuk jalan di Al-Bustan, Silwan, Yerusalem Timur, Palestina. (Quds News Network)

Hari ini batas waktu 119 rumah warga Palestina di Yerusalem harus dirobohkan sendiri oleh pemiliknya

Israel memberi dua pilihan kepada 135 keluarga Palestina itu: membongkar sendiri rumah mereka atau bisa dirobohkan aparat berwenang Israel kapan saja.

Bentrokan dengan warga Palestina terjadi ketika pasukan keamanan Israel menyerbu ke dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Palestina, Mei 2021. (Telegram)

Indonesia: Kebrutalan Israel akan terus terjadi selama penjajahan terhadap Palestina tidak diakhiri

Indonesia meminta negara-negara belum mengakui negara Palestina segera memberi pengakuan.





comments powered by Disqus