palestina

OKI tolak proposal damai trump

OKI menyerukan kepada semua negara anggotanya untuk tidak terlibat atau bekerjasama dengan pemerintah Amerika buat melaksanakan proposal damai Trump itu dalam beragam cara.

03 Februari 2020 15:52

Organisasi Konferensi Islam (OKI) hari ini menyatakan penolakan terhadap proposal damai diajukan Presiden Amerika Serikat Donlad Trump untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel.

Pertemuan menteri luar negeri dari 57 negara anggota OKI itu menentang proposal damai Trump karena tidak memenuhi asprasi dan hak bangsa Palestina, serta melanggar kerangka proses perdamaian.

Pada sidang darurat di Kota Jeddah, Arab Saudi, itu, OKI menyerukan kepada semua negara anggotanya untuk tidak terlibat atau bekerjasama dengan pemerintah Amerika buat melaksanakan proposal damai Trump itu dalam beragam cara.

Berdasarkan proposal damai diumumkan Trump Selasa pekan lalu, Israel akan mengontrol Yerusalem sebagai ibu kota mereka dan tidak dapat dibagi dua dengan Palestina. Negara Zionis ini juga akan berdaulat terhadap 120 permukiman Yahudi di Tepi Barat.

Trump memberi peluang Palestina menjadi sebuah negara kalau mengakui Israel sebagai negara Yahudi serta melucuti persenjataan milisi di Jalur Gaza.

Pemukim Yahudi pada 27 September 2021 memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa sambil membawa bendera Israel. (Al-Qastal)

770 pemukim Yahudi terobos Masjid Al-Aqsa sambil kibarkan bendera Israel

Provokasi kian menguat karena pasukan Israel melarang warga Palestina memasuki Al-Aqsa. Mereka juga menangkap seorang pemuda Palestina sedang salat.

Seorang warga Palestina di Jalur Gaza pada 15 September 2015 telah menerima bantuan fulus 320 shekel per bulan dari Qatar. (Sabq 24)

Keluarga miskin di Gaza mulai terima bantuan fulus US$ 100 dari Qatar

Secara keseluruhan Qatar menggelontorkan dana bantuan US$ 30 juta per bulan untuk Gaza.

Satu keluarga miskin di Kota Gaza bepergian menggunakan gerobak keledai, 22 Otober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Bennett: Tidak akan pernah ada negara Palestina

"Saya kira gagasan itu sebuah kesalahan mengerikan. Saya tidak akan mendukung ide ini."

Juru bicara Taliban Suhail Syahin. (Albalad.co)

Taliban: Kami tidak akui Israel karena masih jajah Palestina

Hingga saat ini, sudah delapan negara berpenduduk mayoritas muslim membuka hubungan diplomatik dengan Israel.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Hamas hukum mati dua warga Palestina karena menjadi mata-mata Israel

Di Bethlehem, pengadilan Palestina menghukum seorang lelaki lantaran berusaha menjual tanahnya kepada sejumlah pemukim Yahudi. Dia divonis 15 tahun penjara.

19 Oktober 2021

TERSOHOR