palestina

Bos Mossad ke Doha minta emir Qatar tetap bantu dana buat Hamas

Qatar berencana menyetop pasokan duit setelah 30 Maret mendatang.

23 Februari 2020 21:17

Direktur Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) Yossi Cohen dan Kepala Komando IDF (Pasukan Pertahanan Israel) buat wilayah selatan Herzi Halevi tiga pekan lalu mengunjungi Ibu Kota Doha, Qatar. Mereka memohon kepada Emir Qatar Syekh Tamim bin hamas ats-Tsani untuk tetap memberikan sokongan dana buat Hamas.

Kepada stasiun televisi Channel 12 Sabtu minggu lalu, Ketua Partai Yisrael beitenu Avigdor Liberman bilang keduanya diutus oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Dia mengolok Netanyahu lantaran mengemis kepada Qatar supaya tetap mendukung Hamas berkuasa di jalur Gaza.

"Pada Rabu dua pekan lalu, direktur Mossad dan kepala Komando IDF Wilayah Selatan datang ke Qatar atas perintah Netanyahu. Mereka mengemis supaya Qatar tetap mengirim uang bagi Hamas setelah 30 Maret," kata Liberman. "Qatar sudah bilang akan menghentikan pasokan fulus sehabis 30 Maret."

Dia menambahkan Mesir dan Qatar murka terhadap Hamas dan berencana memutus hubungan. Menurutnya, Netanyahu membayar uang pengamanas kepada Hamas supaya mereka kalem dan menyetop serangan roket ke Israel.

Berdasarkan persetujuan Israel, Qatar sejak 2018 rutin mengirim uang tunai jutaan dolar Amerika Serikat buat hamas untuk membayar tagihan solar pembangkit listrik di gaza, bayar gaji pegawai negeri, dan menyediakan bantuan uang tunai bagi keluarga miskin.

Israel menyetujui hal ini supaya situasi di selatan Israel tenang tanpa ada serangan roket dari Gaza. Juga untuk memelihara gencatan senjata dalam jangka panjang.

Qatar bulan lagi membagikan duit masing-masing US$ 100 kepada 70 ribu keluarga miskin di Gaza.

Ismail Haniyah terpilih sebagai Kepala Biro Politik Hamas pada 6 Mei 2017, menggantikan Khalid Misyaal. (Al-Manar)

Pemimpin Hamas bertemu pemimpin Hizbullah di Beirut

Sejak meninggalkan Jalur Gaza akhir tahun lalu, Haniyah sudah berkunjung ke Iran, Irak, Turki, dan terakhir Libanon. Dia kini menetap di Ibu Kota Doha, Qatar.

Seorang pengawal pemimpin Hamas memasuki terowongan di perbatasan Rafah,  tembus dari Jalur Gaza ke Mesir, Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Selusin anggota senior Hamas dapat kewarganegaraan Turki

Erdogan Sabtu pekan lalu menerima delegasi Hamas dipimpin Haniyah.

Seorang warga mencium kening jenazah Yusuf Abu Jarad sebelum disalatkan di masjid dekat rumahnya di Bait Lahiya, Jalur Gaza, Rabu, 24 Oktober 2012. (faisal assegaf/albalad.co)

Tokoh senior Hamas terinfeksi Covid-19

Mahir Salah terkena Covid-19 setelah bertemu sejumlah pasien menderita virus itu.

Putra dari Jamal, nelayan di Kota Gaza, ini tengah menikmati sarapan berupa roti isi ikan sardencis kecil dan terasa pahit di sebuah pantai di Kota Gaza, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pengakuan anggota Hamas membelot ke Israel

Izzudin Husain bilang masih memiliki satu peluru kendali anti-jet tempur di rumahnya di Jalur Gaza. Hamas telah memerintahkan dia menembakkan senjata itu kalau ada helikopter Israel mendekat.





comments powered by Disqus