palestina

Palestina tolak bantuan medis dari UEA dikirim lewat Israel

Ramallah menolak bantuan berupa alat pelindung diri, peralatan medis, dan ventilator karena dipakai sebagai alat untuk menormalisasi hubungan Israel dan UEA.

21 Mei 2020 14:58

Pemerintah Palestina menolak bantuan dikirim oleh Uni Emirat Arab (UEA) melalui Israel. Bantuan seberat 14 ton itu tiba Selasa malam lalu di Bandar Udara Ben Gurion di Ibu Kota Tel Aviv, Israel.

Mengutip seorang sumber dalam pemerintahan Palestina, media setempat dan Rusia Today berbahasa Arab melaporkan Ramallah menolak bantuan berupa alat pelindung diri, peralatan medis, dan ventilator karena dipakai sebagai alat untuk menormalisasi hubungan Israel dan UEA. Kedua negara memang tidak memiliki hubungan diplomatik.

Sumber itu bilang pengiriman bantuan medis untuk menangani wabah virus corona Covid-19 ini dilakukan dengan koordinasi antara pemerintah UEA dengan israel dan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), tidak melibatkan pemerintah Palestina.

Dia menegaskan pengiriman bantuan bagi Palestina mesti dilakukan lewat koordinasi dengan pemerintah Palestina.

Bantuan dari UEA ini diangkut menggunakan pesawat kargo Etihad Airways, maskapai milik pemerintah Abu Dhabi, UEA. Itu menjadi penerbangan komersial pertama antara UEA dan Israel. Untuk mengelabui publik, pesawat itu semuanya dicat putih tanpa ada logo Etihad atau bendera UEA.

Pemukim Yahudi pada 27 September 2021 memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa sambil membawa bendera Israel. (Al-Qastal)

770 pemukim Yahudi terobos Masjid Al-Aqsa sambil kibarkan bendera Israel

Provokasi kian menguat karena pasukan Israel melarang warga Palestina memasuki Al-Aqsa. Mereka juga menangkap seorang pemuda Palestina sedang salat.

Seorang warga Palestina di Jalur Gaza pada 15 September 2015 telah menerima bantuan fulus 320 shekel per bulan dari Qatar. (Sabq 24)

Keluarga miskin di Gaza mulai terima bantuan fulus US$ 100 dari Qatar

Secara keseluruhan Qatar menggelontorkan dana bantuan US$ 30 juta per bulan untuk Gaza.

Satu keluarga miskin di Kota Gaza bepergian menggunakan gerobak keledai, 22 Otober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Bennett: Tidak akan pernah ada negara Palestina

"Saya kira gagasan itu sebuah kesalahan mengerikan. Saya tidak akan mendukung ide ini."

Juru bicara Taliban Suhail Syahin. (Albalad.co)

Taliban: Kami tidak akui Israel karena masih jajah Palestina

Hingga saat ini, sudah delapan negara berpenduduk mayoritas muslim membuka hubungan diplomatik dengan Israel.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Hamas hukum mati dua warga Palestina karena menjadi mata-mata Israel

Di Bethlehem, pengadilan Palestina menghukum seorang lelaki lantaran berusaha menjual tanahnya kepada sejumlah pemukim Yahudi. Dia divonis 15 tahun penjara.

19 Oktober 2021

TERSOHOR