palestina

Bawa bantuan buat Palestina, pesawat Etihad kembali mendarat di Tel Aviv

Berbeda dengan penerbangan pertama ke Tel Aviv, pesawat kargo jenis Boeing Dreamliner 787 itu kali ini dilengkapi dengan nama dan logo Etihad, serta bendera UEA.

10 Juni 2020 12:29

Pesawat kargo milik Etihad Airways dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), semalam waktu setempat atau dini hari tadi waktu Jakarta mendarat untuk kedua kali di Bandar Udara Ben Gurion, Ibu Kota Tel Aviv, Israel.

Pesawat ini kembali mengangkut bantuan medis bagi Palestina untuk memerangi wabah virus corona Covid-19. Ini kali kedua dalam waktu kurang dari sebulan, UEA memasok bantuan kemanusiaan bagi Palestina lewat Israel.

Berbeda dengan penerbangan pertama ke Tel Aviv, pesawat kargo jenis Boeing Dreamliner 787 itu kali ini dilengkapi dengan nama dan logo Etihad, serta bendera UEA.

Ketika mengirim bantuan buat Palestina melalui Tel Aviv pertama kali pada 19 Mei, pesawat kargo Etihad hanya berwarna pols tanpa nama dan logo Etihad, serta tidak dilengkapi bendera UEA.

Kementerian Luar Negeri Israel bilang pihaknya berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam proses pengiriman bantuan UEA itu, nantinya akan dipasok ke Jalur Gaza dan Tepi Barat. "Kami berharap di masa depan Etihad mendarat di sini (Ben Gurion) membawa para pelancong UEA," kata Yuval Rotem, dirkeutr jenderal di Kementerian Luar Negeri Israel, melalui Twitter.

Seorang juru bicara Etihad sebelumnya mengatakan pihaknya akan terus mengirim bantuan kemanusiaan ke negara-negara membutuhkan dan masih dalam jaringan penerbangan Etihad.

Namun seorang pejabat PBB mengungkapkan kepada the Times of Israel, bantuan kedua ini bakal dibawa ke pelabuhan di Kota Ashdod, selatan Israel, di mana bantuan pertama sudah sampai di sana. Hal ini menunjukkan kedua bantuan dari UEA itu akan dikirim ke Gaza bukan Tepi Barat.

Satu pejabat Palestina menyebutkan kepada Al-Jazeera, pengiriman bantuan kedua ini juga tidak berkoordinasi dengan Palestina.

Palestina menolak menerima bantuan pertama, tiba bulan lalu, lantaran tidak ada komunikasi dengan mereka.

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Israel Muhammad al-Khaja (kiri) menyerahkan surat undangan untuk berkunjung ke UEA dari Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan kepada Perdana Menteri Israel Naftali Bennett di kantornya di Yerusalem, 19 Oktober 2021. (Haim Tzah/GPO)

Bin Zayid undang perdana menteri Israel untuk berkunjung ke UEA

Undangan berkunjung bagi Bennett itu disampaikan dua pekan jelang lawatan Presiden Joko Widodo ke UEA, dijadwalkan datang pada 3-4 November. 

Pentolan Hamas Yahya Sinwar ketika dibebaskan dari penjara Israel pada 18 Oktober 2011. (Albalad.co/Supplied)

Hamas hukum mati dua warga Palestina karena menjadi mata-mata Israel

Di Bethlehem, pengadilan Palestina menghukum seorang lelaki lantaran berusaha menjual tanahnya kepada sejumlah pemukim Yahudi. Dia divonis 15 tahun penjara.

Eran Arav, remaja Israel berumur 19 tahun menolak mengikuti wajib militer. (Screenshot Albalad.co)

Eran Aviv: Saya menolak wajib militer karena menentang penjajahan terhadap Palestina

Dia berharap makin banyak anak-anak muda di negara Zionis itu mengambil posisi serupa. "Ini bisa menjadi tekanan bagi pemerintah untuk mengakhiri penjajahan atas Palestina," tutur Arav.

Pesawat Etihad Airways akan melayani penerbangan Abu Dhabi-Tel Aviv dua kali sepekan mulai 6 April 2021. (Etihad)

Etihad memulai penerbangan komersial perdananya ke Israel hari ini

Etihad akan melayani penerbangan Abu Dhabi-Tel Aviv dua kali sepekan.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Hamas hukum mati dua warga Palestina karena menjadi mata-mata Israel

Di Bethlehem, pengadilan Palestina menghukum seorang lelaki lantaran berusaha menjual tanahnya kepada sejumlah pemukim Yahudi. Dia divonis 15 tahun penjara.

19 Oktober 2021

TERSOHOR