palestina

Surat kabar Kuwait minta maaf karena pakai kata 'Israel' bukan 'Zionis'

Manajemen Al-Qabas menekankan akan terus membela bangsa Palestina di media hingga huruf penghabisan.

17 Januari 2021 04:19

Surat kabar Al-Qabas terbitan Kuwait Jumat lalu meminta maaf kepada para pembacanya karena menggunakan kata 'Israel' dan bukan 'Zionis' dalam berita soal negara Bintang Daud itu termasuk tiga negara tercepat di dunia dalam vaksinasi Covid-19.

"Al-Qabas memohon maaf untuk kekeliruan tidak disengaja. Apa yang kurang hati-hati adalah dalam berita daftar negara tercepat dalam vaksinasi Covid-19 dan menyebut pada berita itu 'Israel' dan bukan entitas 'Zionis'," tulis Al-Qabas di akun Twitternya.

Manajemen Al-Qabas menekankan akan terus membela bangsa Palestina di media hingga huruf penghabisan.

Al-Qabas, terbit dalam bentuk harian dan tabloid mingguan, didirikan 48 tahun lalu. Sebelum Perang Teluk Pertama, meletup sehabis invasi Irak ke Kuwait, Al-Qabas dicetak 120 ribu eksemplar sehari dan pernah menjadi korban paling laris nomor tiga di Kuwait. Al-Qabas mulai terbit dalam bentuk online sejak 2001.

Al-Qabas dikenal kritis terhadap pemerintah dan bersikap liberal. Pada April 2012, Al-Qabas menerbitkan tajuk menyerukan berakhirnya konflik dalam keluarga As-Sabah, penguasa Kuwait.

Ibrahim dan Muhammad Aghbariah berpose bareng orang tua mereka sebelum ditahan Israel pada Februari 1992. (The Palestinian Information Centre)

Dua warga Palestina sudah 30 tahun huni penjara Israel

Meski tinggal dalam penjara, Ibrahim serta Muhammad mampu menyelesaikan kuliahnya hingga meraih gelar magister. Mereka juga telah menulis sejumah buku dari dalam tahanan.

Seorang lelaki berjalan melewati mural pengingat peristiwa Nakbah menjelang beridirnya negara Israel di Kota Gaza, Senin, 22 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Profesor asal Israel sebut negaranya rezim kolonial dan apartheid

"Israel akan selalu memandang orang-orang Palestina sebagai alien dan ganjalan untuk membangun negara Yahudi sejahtera di sebagian besar wilayah Palestina," kata Pappe.

Foto Marwan Barghuti. (Qassam Barghuti buat Albalad.co)

Legenda Palestina dalam penjara

Jika Abbas tidak mencalonkan diri lagi dalam pemilihan presiden, 37 persen rakyat Palestina menganggap Barghuti cocok sebagai pengganti dan 23 persen memilih Haniyah.

Kedutaan besar Amerika Serikat di Yerusalem. (Lobe Log)

Biden tidak akan pindahkan Kedutaan Amerika dari Yerusalem

Saat ini hanya Amerika dan Guatemala membuka kedutaan di Yerusalem. 





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Dua warga Palestina sudah 30 tahun huni penjara Israel

Meski tinggal dalam penjara, Ibrahim serta Muhammad mampu menyelesaikan kuliahnya hingga meraih gelar magister. Mereka juga telah menulis sejumah buku dari dalam tahanan.

03 Maret 2021

TERSOHOR