palestina

Pemimpin Hamas diprediksi menang dalam pemilihan presiden Palestina

Hamas menang dalam pemilihan legislatif pada Januari 2006. Tapi pemerintahan dipimpin Perdana Menteri Haniyah bubar di Juni 2007.

18 Januari 2021 10:09

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah diperkirakan mengalahkan pemimpin Fatah Mahmud Abbas dalam pemilihan presiden Palestina, digelar pada 31 Juli tahun ini. 

Masa jabatan empat tahun Abbas, terpilih menjadi presiden pada 2005, sejatinya sudah habis di 2009. Tapi Abbas baru Sabtu pekan lalu mengumumkan jadwal pemilihan legislatif pada 22 Mei dan pemilihan presiden di 31 Juli. 

Berdasarkan jajak pendapat dilansir the Palestinian Center for Policy and Survey Research Desember tahun lalu, Haniyah akan meraup suara 50 persen dalam pemilihan presiden, sedangkan Abbas meraih 43 persen .

Hamas sangat mungkin menang dalam pemilihan legislatif. Sebab hasil poling itu menunjukkan Hamas cuma ketinggalan empat persen dari Fatah memperoleh 38 persen dukungan. 

Hamas menang dalam pemilihan legislatif pada Januari 2006. Tapi pemerintahan dipimpin Perdana Menteri Haniyah bubar di Juni 2007 karena Amerika Serikat dan Israel menganggap Hamas organisasi teroris. 

Sila baca: Basa basi pemilihan umum Palestina

 

Salinan surat dari pemimpin Hamas Ismail Haniyah kepada Presiden Joko Widodo, meminta dukungan buat bela Al-Aqsa dan Yerusalem Timur. (Albalad.co)

Pemimpin Hamas minta dukungan Jokowi untuk bela Al-Aqsa dan Yerusalem Timur

Menanggapi serbuan pasukan keamanan Israel ke Al-Aqsa telah melukai ratusan orang, termasuk membuat buta tiga warga Palestina, kelompok pejuang Palestina di Jalur Gaza sejak kemarin saling serang dengan negara Zionis itu.

Presiden Palestina Mahmud Abbas di Rumah Sakit Istisyari Arab di Kota Ramallah, Tepi Barat, pada 21 Mei 2018. (Twitter)

Abbas tetapkan keadaan darurat selama 30 hari

Palestina terakhir kali melangsungkan pemilihan parlemen pada 25 Januari 2006 dan dimenangkan oleh Hamas. Sedangkan pemiihan presiden dilakukan pada 2005 setelah Presiden Yasir Arafat wafat.

Logo Hamas. (Albalad.co)

Hamas: Abbas dan Fatah berkhianat dan lakukan kudeta karena batalkan pemilihan umum

Hamas menekankan tidak perlu izin Israel buat menggelar pemilihan umum di Yerusalem Timur.

Presiden Palestina saat berpidato mengenai pandemi Covid-19 di kantornya, di Kota Ramallah, Tepi Barat, Palestina, 5 Mei 2020. (Times of Israel)

Abbas batalkan rencana pemilihan umum Palestina

Keputusan Abbas itu akan kian memperdalam perpecahan di kalangan faksi Palestina dan bahkan bakal terjadi revolusi.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Warga Palestina di seantero Israel berontak

"Semua orang Israel harus tahu, situasinya tidak terkontrol lagi di Lod," ujar Revivo. "Beberapa sinagoge dan ratusan mobil dibakar."

12 Mei 2021

TERSOHOR