palestina

Mayoritas rakyat Palestina yakin tidak akan ada negara Palestina

Sekitar 48 persen warga Palestina mendukung perlawanan bersenjata dan Intifadah dalam menghadapi penjajah Israel.

18 Januari 2021 15:00

Masih terbelahnya bangsa Palestina dan lemahnya sokongan masyarakat internasional, terutama dari 57 negara berpenduduk mayoritas muslim tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI), membikin kian banyak rakyat Palestina yakin tidak akan ada negara Palestina dalam lima tahun ke depan. 

Hal ini terlihat dari hasil jajak pendapat oleh the Palestinian Center for Policy and Survey Research (PCPSR) bulan lalu (Desember 2020). 

"Sebanyak 75 persen warga Palestina percaya kesempatan untuk membuat negara Palestina bertetangga dengan Israel dalam lima tahun mendatang tidak ada," kata PCPSR dalam situs resminya. 

Sila baca: Palestina, sebuah negara khayalan

Poling ini dilakukan selama 8-11 Desember 2020 lewat wawancara tatap muka dan melibatkan 1.270 orang dewasa. 

Survei itu menunjukkah pula 62 persen rakyat Palestina menganggap solusi dua negara tidak bisa diimplementasikan untuk terwujudnya kemerdekaan Palestina. 

Solusi dua negara memang bukan lahir dari hasil referendum digelar oleh Palestina. Konsep ini diusulkan oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Abdullah bin Abdul Aziz pada 2002 dalam Konferensi Tingkat Tinggi Liga Arab di Ibu Kota Beirut, Libanon. 

Sekitar 48 persen warga Palestina mendukung perlawanan bersenjata dan Intifadah dalam menghadapi penjajah Israel. Hanya 38 persen menyokong perundingan sebagai cara terbaik buat merdeka. 

Nasib bangsa Palestina kian remuk oleh beragam terobosan kontroversial diambil oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump selama empat tahun berkuasa. Salah satunya pengakuan terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan tidak dapat dibagi dua dengan Palestina. 

 

Warga Palestina di Kota Lod, Israel, memberontak. (Twitter)

Warga Palestina di seantero Israel berontak

"Semua orang Israel harus tahu, situasinya tidak terkontrol lagi di Lod," ujar Revivo. "Beberapa sinagoge dan ratusan mobil dibakar."

Sebuah roket dari Jalur Gaza menghantam rumah di Rishon Ketzion, pinggiran Ibu Kota Tel Aviv, Israel, dan menewaskan satu orang. (Telegram)

Roket dari Gaza sasar Tel Aviv

Di Rishon Letzion, pinggiran Tel Aviv, sebuah roket menghantam rumah warga Israel dan menyebabkan satu orang tewas.

Salinan surat dari pemimpin Hamas Ismail Haniyah kepada Presiden Joko Widodo, meminta dukungan buat bela Al-Aqsa dan Yerusalem Timur. (Albalad.co)

Pemimpin Hamas minta dukungan Jokowi untuk bela Al-Aqsa dan Yerusalem Timur

Menanggapi serbuan pasukan keamanan Israel ke Al-Aqsa telah melukai ratusan orang, termasuk membuat buta tiga warga Palestina, kelompok pejuang Palestina di Jalur Gaza sejak kemarin saling serang dengan negara Zionis itu.

Bangunan di Kota Ashkelon, selatan Israel, menjadi sasaran tembakan roket dari Jalur Gaza., 11 Mei 2021. (Israel Police)

Dua perempuan Israel tewas akibat tembakan roket dari Gaza

Sejak kemarin, menurut militer Israel, milisi di Gaza sudah menembakkan sekitar 400 roket ke wilayah negara Zionis itu. Serbuan ini melukai lebih dari 80 warga Israel.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Warga Palestina di seantero Israel berontak

"Semua orang Israel harus tahu, situasinya tidak terkontrol lagi di Lod," ujar Revivo. "Beberapa sinagoge dan ratusan mobil dibakar."

12 Mei 2021

TERSOHOR