palestina

Profesor asal Israel sebut negaranya rezim kolonial dan apartheid

"Israel akan selalu memandang orang-orang Palestina sebagai alien dan ganjalan untuk membangun negara Yahudi sejahtera di sebagian besar wilayah Palestina," kata Pappe.

04 Februari 2021 13:25

Profesor Ilan Pappe dari Israel menyebut negaranya sebagai rezim kolonial dan apartheid, sehingga menyulitkan bangsa Palestina untuk merdeka.

"Israel akan selalu memandang orang-orang Palestina sebagai alien dan ganjalan untuk membangun negara Yahudi sejahtera di sebagian besar wilayah Palestina," kata Pappe, kelahiran Kota Haifa, 67 tahun lalu, dalam wawancara khusus dengan Albalad.co Selasa lalu.

Sila baca: Jerusalem should be the capital of a free Palestine in the future

Namun Pappe tidak sepakat dengan solusi dua negara buat menyelesaikan persoalan Palestina. Dia meyakini solusi satu negara adalah pilihan terbaik.

"Hanya satu negara demokrasi untuk semua (muslim, Yahudi, daan Nasrani), berdasarkan kesetaraan sosial, perbaikan atas kejahatan-kejahatan masa lalu, dan menghormati hak pengungsi Palestina untuk kembali (sebagai solusi terbaik)," ujarnya.

Gegara kerap mengecam negara Zionis itu, Pappe sering mendapat ancaman pembunuhan. Pada 2008 dia pindah dari Israel ke Inggris dan mengajar di Universitas Exeter. Sebelumnya, dia adalah dosen senior ilmu politik di Universitas Haifa.

Para aktivis pembela Palestina mendirikan tenda di kawasan Syekh Jarrah, Yerusalem Timur, Palestina. (Maydan al-Quds)

Bennett tidak akan usir sejumlah keluarga Palestina dari rumah mereka di Syekh Jarrah

The Nahalat Shimon Company mampu membuktikan di pengadilan mereka memiliki dokumen kepemilikan sah atas keempat rumah itu memang milik orang-orang Yahudi lari ketika terjadi Perang Arab -Israel pada 1948.

Pemimpin Hamas di Jalur Gaza Yahta Sinwar meninjau kerusakan akibat Perang Gaza pada Mei 2021. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas: Kerugian akibat Perang Gaza sekitar Rp 6,9 triliun

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid menekankan solusi dua negara tidak memungkinkan saat ini. "Kami tidak bisa diminta ambil bagian dalam membangun sebuah negara mengancam keselamatan kami."

Abdullah Kamil, Gubernur Provinsi Salfit di Tepi Barat, Palestina. (Jerusalem Post)

Gubernur di Palestina perintahkan iklan komersial dan papan nama toko berbahasa Ibrani diganti bahasa Arab

Para pebisnis dan pemilik toko di Provinsi Salfit itu diberi waktu sepekan untuk melaksanakan instruksi ini.

Tulisan lan narhal (dalam bahasa Arab berarti kami tidak akan pergi) dipasang di sebuah papan penunjuk jalan di Al-Bustan, Silwan, Yerusalem Timur, Palestina. (Quds News Network)

Hari ini batas waktu 119 rumah warga Palestina di Yerusalem harus dirobohkan sendiri oleh pemiliknya

Israel memberi dua pilihan kepada 135 keluarga Palestina itu: membongkar sendiri rumah mereka atau bisa dirobohkan aparat berwenang Israel kapan saja.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Bennett tidak akan usir sejumlah keluarga Palestina dari rumah mereka di Syekh Jarrah

The Nahalat Shimon Company mampu membuktikan di pengadilan mereka memiliki dokumen kepemilikan sah atas keempat rumah itu memang milik orang-orang Yahudi lari ketika terjadi Perang Arab -Israel pada 1948.

27 Juli 2021

TERSOHOR