palestina

Amnesty International desak Raja Salman bebaskan pemimpin Hamas

Saudi mengadili Muhammad al-Khudari dan putranya dengan dakwaan terorisme.

16 Februari 2021 22:45

Amnesty International mendesak Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz untuk membebaskan pemimpin Hamas Muhammad Saleh al-Khudari dan putranya, Hani al-Khudari, ditahan sejak 4 April 2019. Tuntutan itu mereka sampaikan melalui surat kemarin.

"Kami meminta kepada Yang Mulia untuk membatalkan dakwaan terhadap Dr. Muhammad al-Khudari dan Dr. Hani al-Khudari dan membebaskan keduanya," tulis Amnesty International dalam salinan surat diperoleh Albalad.co hari ini. Organisasi pemantau hak asasi manusia ini menegaskan Muhammad al-Khudari sangat mendesak untuk dilepas dari penjara karena masalah kesehatan.

Sila baca: Arab Saudi tahan pemimpin senior Hamas

Keduanya pertama kali mendekam dalam Penjara Dhahban di Kota Jeddah, kemudian pada November 2020 dipindah ke sebuah penjara di Kota Abha.

Sejak ditangkap, baru pada 8 Maret 2020, Muhammad al-Khudari dan anak lelakinya itu disidang di pengadilan kejahatan Khusus di Ibu Kota Riyadh dengan tuduhan terorisme. Mereka diadili bareng 68 warga Palestina, Yordania, dan Saudi merupakan pendukung Hamas.

Selama itu pula, keduanya dipenjara tanpa bisa berkomunikasi dengan pihak keluarga. Mereka juga meringkuk dalam sel isolasi, diinterogasi tanpa didampingi pengacara.

Dua pekan sebelum dibekuk, Muhammad al-Khudari baru menjalani operasi kanker dan menjalani rawat jalan. "Meski di penjara di Abha mendapat layanan kesehatan, dia dilarang berkonsultasi dengan dokter spesialis buat mengecek penyakit kankernya," ujar Amnesty International. "Dia terakhir kali diperiksa dokter spesialis pada Agustus 2020 di Penjara Dhahban.

Penangkapan besar-besaran terhadap anggota dan pendukung Hamas di Saudi merupakan tindak lanjut dari keputusan Saudi menetapkan Al-IKhwan al-Muslimun dan Hamas sebagai organisasi teroris dan terlarang di negara Kabah itu.

Muhammad al-Khudari berperan sebagai kepala penghubung antara pimpinan Hamas dengan penguasa Saudi.

 

 

Para aktivis pembela Palestina mendirikan tenda di kawasan Syekh Jarrah, Yerusalem Timur, Palestina. (Maydan al-Quds)

Bennett tidak akan usir sejumlah keluarga Palestina dari rumah mereka di Syekh Jarrah

The Nahalat Shimon Company mampu membuktikan di pengadilan mereka memiliki dokumen kepemilikan sah atas keempat rumah itu memang milik orang-orang Yahudi lari ketika terjadi Perang Arab -Israel pada 1948.

Resor Bianco segera dibuka di Jalur Gaza. (Albalad.co/Supplied)

Resor mewah segera dibuka di Gaza

Harga sewa tiap vila di resor Bianco sebesar Rp 4,4 juta semalam.

Pemimpin Hamas di Jalur Gaza Yahta Sinwar meninjau kerusakan akibat Perang Gaza pada Mei 2021. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas: Kerugian akibat Perang Gaza sekitar Rp 6,9 triliun

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid menekankan solusi dua negara tidak memungkinkan saat ini. "Kami tidak bisa diminta ambil bagian dalam membangun sebuah negara mengancam keselamatan kami."





comments powered by Disqus