palestina

Dua warga Palestina sudah 30 tahun huni penjara Israel

Meski tinggal dalam penjara, Ibrahim serta Muhammad mampu menyelesaikan kuliahnya hingga meraih gelar magister. Mereka juga telah menulis sejumah buku dari dalam tahanan.

03 Maret 2021 10:15

Dua warga Palestina sudah menghuni penjara Israel selama tiga dasarwasa. Ibrahim Aghbariah (55 tahun) dan adiknya Muhammad Aghbariah (52) tahun mendekam dalam penjara di negara Zionis itu sejak Februari 1992.

Menurut organisasi the Palestinian Prisoner's Club pekan lalu, keduanya termasuk dalam 30 tahanan Palestina tiak dimasukkan Israel dalam pertukaran tawanan dengan Palestina pada 2014. Israel menghukum mereka penjara seumur hidup. 

Meski tinggal dalam penjara Israel, Ibrahim serta Muhammad mampu menyelesaikan kuliahnya hingga meraih gelar magister. Mereka juga telah menulis sejumah buku dari dalam tahanan.

Saat ini terdapat lima ribu orang Palestina dalam penjara-penjara Israel.

Para aktivis pembela Palestina mendirikan tenda di kawasan Syekh Jarrah, Yerusalem Timur, Palestina. (Maydan al-Quds)

Bennett tidak akan usir sejumlah keluarga Palestina dari rumah mereka di Syekh Jarrah

The Nahalat Shimon Company mampu membuktikan di pengadilan mereka memiliki dokumen kepemilikan sah atas keempat rumah itu memang milik orang-orang Yahudi lari ketika terjadi Perang Arab -Israel pada 1948.

Pemimpin Hamas di Jalur Gaza Yahta Sinwar meninjau kerusakan akibat Perang Gaza pada Mei 2021. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas: Kerugian akibat Perang Gaza sekitar Rp 6,9 triliun

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid menekankan solusi dua negara tidak memungkinkan saat ini. "Kami tidak bisa diminta ambil bagian dalam membangun sebuah negara mengancam keselamatan kami."

Ghadanfar Abu Atwan, pemuda Palestina berumur 27 tahun, dibebaskan dari penjara Israel pada 8 Juli 2021 setelah mogok makan selama 65 hari. (Quds News Network)

Israel bebaskan pemuda Palestina dari penjara setelah 65 hari mogok makan

Abu Atwan ingin menunjukkan betapa kebebasan sangat berharga dirinya.

Abdullah Kamil, Gubernur Provinsi Salfit di Tepi Barat, Palestina. (Jerusalem Post)

Gubernur di Palestina perintahkan iklan komersial dan papan nama toko berbahasa Ibrani diganti bahasa Arab

Para pebisnis dan pemilik toko di Provinsi Salfit itu diberi waktu sepekan untuk melaksanakan instruksi ini.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Bennett tidak akan usir sejumlah keluarga Palestina dari rumah mereka di Syekh Jarrah

The Nahalat Shimon Company mampu membuktikan di pengadilan mereka memiliki dokumen kepemilikan sah atas keempat rumah itu memang milik orang-orang Yahudi lari ketika terjadi Perang Arab -Israel pada 1948.

27 Juli 2021

TERSOHOR