palestina

Amerika tolak penyelidikan ICC atas kejahatan perang Israel di Palestina

Menurut Washington DC, Palestina bukan sebuah negara.

04 Maret 2021 22:06

Amerika Serikat menolak keputusan ICC (Mahkamah Kejahatan Internasional) telah memulai penyelidikan terhadap dugaan kejahatan perang dilakukan Israel di wilayah Palestina (Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur) sejak 13 Juni 2014.

Penolakan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Amerika Antony Blinken hari ini. "Kami akan terus meningkatkan komitmen kuat kami atas Israel dan keamanannnya, termasuk menentang segala tindakan menyasar Israel secara tidak adil," katanya melalui Twitter.

Kepala Jaksa ICC Fatou Bensouda kemarin mengumumkan pihaknya mulai menginvestigasi dugaan kejahatan perang dilakoni oleh negara Zionis itu.

Sila baca: ICC mulai selidiki dugaan kejahatan perang dilakukan Israel di Palestina

Amerika bulan lalu juga menolak keputusan ICC menyatakan yurrisdiksi juga mencakup Palestina. Menurut Washington DC, Palestina bukan sebuah negara.

Pemimpin Hamas di Jalur Gaza Yahta Sinwar meninjau kerusakan akibat Perang Gaza pada Mei 2021. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas: Kerugian akibat Perang Gaza sekitar Rp 6,9 triliun

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid menekankan solusi dua negara tidak memungkinkan saat ini. "Kami tidak bisa diminta ambil bagian dalam membangun sebuah negara mengancam keselamatan kami."

Dokter Fida Wisyah asal Palestina diberhentikan dari sebuah rumah sakit anak di Kota Phoenix, Amerika Serikat, karena mengkritik Israel lewat Facebook. (Al-Quds al-Arabi)

Rumah sakit di Amerika pecat dokter Palestina karena kritik Israel

"Israel sebagai negara berdiri atas dasar kebrutalan, rasisme, dan kanibalisme tidak akan bertahan lama," tulis Fida.

Pemimpin Hamas di Jalur Gaza Yahya Sinwar. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Lembaga kajian Israel sebut 112 korban tewas dalam Perang Gaza anggota milisi

Yahya Sinwar akhir bulan lalu mengklaim Perang Gaza telah membunuh 80 pejuang Palestina.

Tentara Israel bernama Kopral Gilad Shalit saat masih menjadi tawanan Hamas pada 2006-2011. (Screencapture)

Hamas rilis rekaman suara warga Israel mereka sekap

Dalam rekaman berbahasa Ibrani dilansir stasiun televisi Al-Jazeera ini, lelaki dari negara Zionis itu minta segera dibebaskan. 





comments powered by Disqus