palestina

Sayap militer Fatah ancam bunuh aktivis antikorupsi Palestina

Lelaki 38 tahun memang dikenal getol mengkritik Abbas dan para pemimpin Palestina atas dugaan korupsi.

22 Maret 2021 06:05

Brigade Syuhada al-Aqsa merupakan sayap miiter Fatah, faksi dipimpin Presiden Palestina Mahmud Abbas Sabtu pekan lalu mengancam membunuh aktivis antikorupsi Fadi as-Salamin.

Ancaman mati itu dikeluarkan Brigade Al-Aqsa saat Fadi mengunjungi kampung halamannya di Desa As-Samua, Al-Khalil (Hebron), Tepi Barat, Palestina. "Saya tidak memiliki pengamanan dan ancaman dari Presiden Abbas serta pasukan keamanannya ," kata fadi melalui akun Twitternya.

Lelaki 38 tahun memang dikenal getol mengkritik Abbas dan para pemimpin Palestina atas dugaan korupsi. Fadi - kini menetap di Ibu Kota Washington DC - membantah dugaan dia bersahabat dengan Muhammad Dahlan, musuh Abbas sekarang menetap di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Facebook menutup akun Facebooknya pada September 2019. "Akun itu banyak mengkritik korupsi di Otoritas Palestina dan pelanggaran kebebasan berpendapat diterhadap orang-orang Palestina," ujar Fadi kepada the Times of Israel waktu itu.

Dia juga mempertanyakan kenapa dalam 15 tahun terakhir belum ada pemilihan presiden. Juga mengapa tidak ada generasi muda Palestina mempunyai peran besar dalam politik.

 

 

Kepala Perpustakaan Nasional Palestina Ihab Basaisu dipecat oleh Presiden Mahmud Abbas karena mengecam pembunuhan aktivis Nizar Banat. (Screencapture/Twitter)

Abbas pecat kepala perpustakaan nasional karena kecam pembunuhan aktivis Nizar Banat

Abbas sudah memperingatkan semua pejabat Palestina untuk tidak membahas kematian Banat.

Ratusan warga Palestina pada 3 Juli 2021 berdemonstrasi di Kota Ramallah, Tepi Barat. Mereka menuntut Presiden Mahmud Abbas segera mundur sebagai bentuk tanggung jawab atas pembunuhan aktivis Nizar Banat. (Twitter)

Ratusan demonstran di Ramallah tuntut Abbas segera mundur

Perwakilan dari Uni Eropa sudah bertemu kepala intelijen Palestina Muhammad. Mereka meminta keterangan mengenai pembunuhan Banat.

Demonstrasi mengecam kematian Nizar Banat, aktivis kerap mengkritik pemerintahan korup Presiden Palestina Mahmud Abbas berlangsung di sejumlah kota di Tepi Barat sejak 24 Juni 2021. (Quds News Network)

Brutalnya penangkapan terhadap aktivis anti-Abbas hingga berujung pada kematian

"Setelah memukuli Nizar secara brutal, mereka mulai menelanjangi, menyeret, dan memborgol kedua tangannya, ujar Hasan Banat, sepupu korban.

Demonstrasi menuntut Presiden Palestina Mahmud Abbas mundur berlangsung di Kota Ramallah, Tepi Barat. (Quds News Network)

Antisipasi demonstrasi anti-Abbas meluas, pemerintah Palestina pesan gas air mata dan bom suara dari Israel

"Meminta bantuan dari musuh adalah kejahatan," kata juru bicara Jihad Islam Tariq Salami.





comments powered by Disqus