palestina

Abbas disebut sebagai pemimpin Palestina paling korup sepanjang sejarah

Abbas memerintahkan penghancuran semua catatan pemasukan dan pengeluaran tiap enam bulan.

22 Maret 2021 22:36

Aktivis antikorupsi Palestina Fadi as-Salamin menuding Presiden Mahmud Abbas sebagai pemimpin Palestina paling korup sepanjang sejarah.

Fadi, lelaki Palestina kini bermukim di Ibu Kota Washington DC, Amerika Serikat, mengklaim memiliki banyak bukti betap korupnya Abbas. Dia mencontohkan pria 86 tahun telah membeli pesawat seharga US$ 50 juta (kini setara Rp 719,7 miliar) untuk digunakan sendiri. "Tidak ada badan pemeriksa keuangan dan dia memerintahkan penghancuran semua catatan pemasukan dan pengeluaran tiap enam bulan," kata Fadi dalam wawancara khusus dengan Albalad.co melalui pesan WhatsApp hari ini.

Fadi saat ini sedang pulang ke kampung halamannya di Desa As-Sumua, Al-Khalil (Hebron), Tepi Barat, Palestina. Gegara sering mengkritik korupsi dilakukan Abbas, Fadi mengaku saat ini sedang diburu pasukan dari Brigade Syuhada Al-Aqsa merupakan sayap militer Fatah, faksi dipimpin Abbas.

Dia menegaskan Abbas makin leluasa untuk melakoni korupsi lantaran mengontrol anggaran negara dan pengeluarannya. Selain korup, pemerintahan Abbas juga kental dengan nepotisme.

Menurut Fadi, hasil survei terbaru menunjukkan 80 persen rakyat Palestina meyakini pemerintahannya korup. "Abbas memiliki dua vila di Amman. Anak-anaknya mempunyai sejumlah rumah di Libanon dan London seharga lebih dari US$ 1 juta," ujarnya.

 

 

Kepala Perpustakaan Nasional Palestina Ihab Basaisu dipecat oleh Presiden Mahmud Abbas karena mengecam pembunuhan aktivis Nizar Banat. (Screencapture/Twitter)

Abbas pecat kepala perpustakaan nasional karena kecam pembunuhan aktivis Nizar Banat

Abbas sudah memperingatkan semua pejabat Palestina untuk tidak membahas kematian Banat.

Ratusan warga Palestina pada 3 Juli 2021 berdemonstrasi di Kota Ramallah, Tepi Barat. Mereka menuntut Presiden Mahmud Abbas segera mundur sebagai bentuk tanggung jawab atas pembunuhan aktivis Nizar Banat. (Twitter)

Ratusan demonstran di Ramallah tuntut Abbas segera mundur

Perwakilan dari Uni Eropa sudah bertemu kepala intelijen Palestina Muhammad. Mereka meminta keterangan mengenai pembunuhan Banat.

Demonstrasi mengecam kematian Nizar Banat, aktivis kerap mengkritik pemerintahan korup Presiden Palestina Mahmud Abbas berlangsung di sejumlah kota di Tepi Barat sejak 24 Juni 2021. (Quds News Network)

Brutalnya penangkapan terhadap aktivis anti-Abbas hingga berujung pada kematian

"Setelah memukuli Nizar secara brutal, mereka mulai menelanjangi, menyeret, dan memborgol kedua tangannya, ujar Hasan Banat, sepupu korban.

Demonstrasi menuntut Presiden Palestina Mahmud Abbas mundur berlangsung di Kota Ramallah, Tepi Barat. (Quds News Network)

Antisipasi demonstrasi anti-Abbas meluas, pemerintah Palestina pesan gas air mata dan bom suara dari Israel

"Meminta bantuan dari musuh adalah kejahatan," kata juru bicara Jihad Islam Tariq Salami.





comments powered by Disqus