palestina

Beberapa negara Arab minta Abbas batalkan rencana pemilihan umum karena takut Hamas menang

Hamas pernah menang pemilihan parlemen pada 2006.

28 Maret 2021 22:46

Anggota Biro Politik Hamas Musa Abu Marzuq mengungkapkan sejumlah negara Arab telah meminta kepada Presiden Palestina Mahmud Abbas untuk membatalkan rencana pemilihan umum.

Permintaan itu disampaikan lantaran mereka takut Hamas akan menang, namun Abbas menolak gagasan itu. Hanya saja, Abu Marzuq tidak mau menyebutkan negara Arab mana saja meminta Abbas membatalkan rencana pemilihan umum.

"Presiden Abbas menolak permintaan itu," kata Abu Marzuq kepada wartawan Palestina kemarin. "Sebagian negara di kawasan Timur Tengah tidak ingin Palestina menggelar pemilihan umum."

Meski begitu, laporan di media-media Arab menyebutkan Mesir dan Yordania sudah menyatakan kekhawatiran mereka perpecahan di tubuh Fatah, faksi dipimpin Abbas, bakal menyebabkan Hamas menang seperti mereka raih dalam pemilihan parlemen pada Januari 2006.

Menurut Abu Marzuq, kedua negara itu pula memohon kepada Abbas agar melupakan permusuhannya dengan Muhammad Dahlan, kini menetapkan di Uni Emirat Aragb, buat mencegah kemenangan Hamas. Dia menambahkan peluang pemilihan umum ditunda sekitar 40 persen saat ini.

Dia menjelaskan Hamas sudah menyiapkan daftar calon anggota palrmene bakal dipimpin oleh Khalil al-Hayya. Sekitar 55 persen kanddiat Hamas dari tepi Barat dan sisanya asal Jalur Gaza.

Hayya, anggota Biro Politik Hamas, pada pemilihan parlemen 2006 terpilih mewakili Kota Gaza.

Palestina berencana melangsungkan tiga pemilihan umum tahun ini, yakni pemilihan parlemen (22 mei), pemilihan presiden (31 Juli), dan pemilihan Dewan Nasional Palestina (31 Agustus).

Faisal Assegaf/Jerusalem Post

Pemimpin Hamas di Jalur Gaza Yahta Sinwar meninjau kerusakan akibat Perang Gaza pada Mei 2021. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas: Kerugian akibat Perang Gaza sekitar Rp 6,9 triliun

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid menekankan solusi dua negara tidak memungkinkan saat ini. "Kami tidak bisa diminta ambil bagian dalam membangun sebuah negara mengancam keselamatan kami."

Daftar rekening mata uang digital milik orang-orang Hamas. (National Bureau for Counter Terror Financing)

Israel sita 84 rekening mata uang digital milik Hamas

Departemen Kehakiman Amerika tahun lalu merampas paling tidak 150 rekening mata uang digital kepunyaan orang-orang Hamas.

Latihan militer digelar Hamad bagi kaum remaja Palestina di Jalur Gaza. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas kirim pesan ancaman kepada tentara Israel

Penerima pesan adalah serdadu dalam jumlah besar dari berbagai batalion.

Saleh al-Aruri bertemu pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah di Ibu Kota Beirut, Libanon, pada 1 November 2018. (Al-Mayadeen)

Saleh al-Aruri terpilih sebagai pemimpin Hamas di Tepi Barat

Maret lalu, Yahya Sinwar terpilih lagi menjadi pemimpin Hamas di Jalur Gaza dan Juni lalu, Khalid Misyaal terpilih sebagai pemimpin Hamas buat wilayah diaspora.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Bennett tidak akan usir sejumlah keluarga Palestina dari rumah mereka di Syekh Jarrah

The Nahalat Shimon Company mampu membuktikan di pengadilan mereka memiliki dokumen kepemilikan sah atas keempat rumah itu memang milik orang-orang Yahudi lari ketika terjadi Perang Arab -Israel pada 1948.

27 Juli 2021

TERSOHOR