palestina

Abbas batalkan rencana pemilihan umum Palestina

Keputusan Abbas itu akan kian memperdalam perpecahan di kalangan faksi Palestina dan bahkan bakal terjadi revolusi.

30 April 2021 14:44

Presiden Palestina Mahmud Abbas semalam mengumumkan penundaan pelaksanaan pemilihan umum di Palestina hingga Israel mengizinkan warga Palestina tinggal di Kota Yerusalem Timur untuk mencalonkan diri atau menggunakan hak pilih mereka.

Penundaan tanpa batas waktu ini diartikan secara luas sebagai pembatalan.

"Kami telah memutuskan untuk menunda pelaksanaan pemilihan parlemen sampai ada jaminan penduduk Yerusalem dapat berpartisipasi," kata Abbas dalam jumpa pers seusai bertemu para pejabat Palestina.

Namun kebanyakan pengamat menilai pembatalan itu lantaran terjadi konflik internal di tubuh Fatah sehingga Hamas bisa menang lagi dan kian merosotnya popularitas Abbas di kalangan rakyat Palestina.

"Tidak seorang pun percaya ini sekadar penundaan. Itu juga seruan pemilihan umum lainnya tidak akan mungkin terjadi di masa pemerintahan Abbas," ujar mantan penasihat pemerintah Palestina Ghait al-Umari, kini menjadi peneliti senior di lembaga kajian the Washington Institute for Near East Policy.

Dia memperkirakan keputusan Abbas itu akan kian memperdalam perpecahan di kalangan faksi Palestina dan bahkan bakal terjadi revolusi.

Abbas pada Januari lalu mengumumkan rencana pelaksanaan pemilihan parlemen pada 22 Mei, pemilihan presiden di 31 Juli, dan pemilihan anggota Dewan Nasional Palestina pada 31 Agustus. 

Presiden Palestina Mahmud Abbas di Rumah Sakit Istisyari Arab di Kota Ramallah, Tepi Barat, pada 21 Mei 2018. (Twitter)

Abbas tetapkan keadaan darurat selama 30 hari

Palestina terakhir kali melangsungkan pemilihan parlemen pada 25 Januari 2006 dan dimenangkan oleh Hamas. Sedangkan pemiihan presiden dilakukan pada 2005 setelah Presiden Yasir Arafat wafat.

Logo Hamas. (Albalad.co)

Hamas: Abbas dan Fatah berkhianat dan lakukan kudeta karena batalkan pemilihan umum

Hamas menekankan tidak perlu izin Israel buat menggelar pemilihan umum di Yerusalem Timur.

Presiden Palestina Mahmud Abbas bertemu Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, November 2017. (Wafa)

Pemilihan umum Palestina kemungkinan ditunda

Hamas dan Jihad Islam dijadwalkan bertemu Kamis pekan ini untuk membahas kemungkinan penundaan pesta demokrasi itu.

Kepala perwakilan Hamas di Arab Saudi Muhammad Saleh al-Khudari. (Screengrab)

Saudi bebaskan pemimpin Hamas dari penjara

Penangkapan Khudari bagian dari gelombang pembekukan terhadap 68 warga Palestina dan Yordania menjadi pendukung Hamas di negara Kabah itu. 





comments powered by Disqus